Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis melalui hilirisasi biofuel sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah tingginya harga minyak dunia.
Presiden Prabowo Subianto disebut mendorong pengembangan bahan bakar berbasis nabati sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Pembelian BBM Subsidi Mobil Pribadi Dibatasi 50 Liter per Hari
BACA JUGA:Rasa Lega Pencari Nafkah Diterangi Lampu SPBU, Ketika Kabar BBM Bertemu Realitas Jalanan
BACA JUGA:Pemerintah Ajak Masyarakat Hemat Energi, Beralih ke Transportasi Umum
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, konsep yang tengah disiapkan adalah pencampuran etanol dengan bensin hingga 20 persen atau dikenal sebagai E20.
“Mimpi kita E20, ethanol campuran bensin 20% dari jagung, ubi, dan tebu. Iya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax),” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (20/3/2026).
Menurut dia, bahan baku biofuel tersebut berasal dari komoditas dalam negeri seperti jagung, ubi, dan tebu. Bahkan, Indonesia saat ini memiliki potensi besar dari produksi molases atau tetes tebu yang selama ini menjadi komoditas ekspor.
Amran mengungkapkan, produksi molases nasional mencapai sekitar 1 juta ton. Potensi ini dinilai dapat dioptimalkan untuk mendukung program biofuel nasional.
“Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton itu molases, tetes (tebu),” jelasnya.
Ke depan, pemerintah akan membahas lebih lanjut rencana ini bersama Kementerian BUMN guna memastikan kesiapan implementasi di sektor energi.
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
/2023/02/19/2129343725.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5026545/original/025232600_1732773961-IMG-20241128-WA0005.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540877/original/090527500_1774839803-385521c9-8059-4183-add4-dddddd839ae3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)