Jakarta – Obsesi Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar swasembada pangan disebut-sebut terilhami oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ketersediaan pangan diyakini menjadi kunci utama dalam menjamin stabilitas dan ketenangan masyarakat.
BACA JUGA:Zulkifli Hasan: Tidak Ada Negara Maju Tanpa Swasembada
BACA JUGA:Menko Pangan Ungkap 17 Provinsi Bakal Tanam Bawang Putih Serentak
BACA JUGA:Kejar Swasembada Pangan, Pemerintah Siapkan Perpres Impor 1 Juta Sapi Indukan
Hal tersebut diungkapkan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Prabowo ini menyebut bahwa sang kakak sudah sejak lama memprioritaskan isu ketahanan pangan.
Selain dari ketahanan energi, Pak Prabowo begitu terobsesi dari dulu, ya fixated, obsessed dengan ketahanan pangan, ujar Hashim di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Hashim menjelaskan bahwa Prabowo banyak belajar dari prinsip Soeharto. Salah satu poin utamanya adalah menempatkan pangan sebagai kebutuhan mendasar rakyat. Ketika kebutuhan perut masyarakat terpenuhi, potensi kegaduhan politik maupun sosial bisa ditekan.
Karena mungkin beliau belajar dari Pak Harto bahwa ketahanan pangan itu, asal ada pangan yang cukup, rakyat bisa tenang dan nyaman, tidak ada gaduh dan sebagainya, tutur Hashim.
Itu pelajaran yang Pak Prabowo dapat dari Pak Harto dari zaman dulu, dan saya menghayati serta mendukung hal tersebut, lanjutnya.
Ia menambahkan, ketahanan pangan Indonesia sempat diuji saat pandemi Covid-19 serta imbas perang Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan global. Sekarang kita melihat juga kepekaan dan ketergantungan kita dengan sumber-sumber dari Timur Tengah. Kita harus menjaga ketahanan energi sekaligus ketahanan pangan, ucapnya.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368339/original/007608900_1791429715-Screenshot_2026-10-08_101919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)