Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat adanya dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terhadap harga susu impor. Sejumlah strategi turut disusun untuk meredam dampak langsung ke Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kemenko Pangan, Widyastuti mengatakan ada dampak pelemahan rupiah terhadap bahan baku susu impor. Mengingat lagi, masih ada porsi mayoritas yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan nasional.
BACA JUGA:Sempat Menguat, Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan
BACA JUGA:Rupiah Masih Tertekan, Diprediksi Tembus 17.900 per USD
BACA JUGA:Rupiah Dekati Rp 18.000, Cek Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar
BACA JUGA:Usai Menguat Saat Libur, Rupiah Diproyeksi Melemah Lagi Hari Ini
Misalnya ini kan ada posisi tadi 20 persen di dalam (negeri), berarti 80 persennya impor, berarti menjaga ketersediaan pasokan susu impor itu tetap ada, ucap Widyastuti dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Anak buah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ini melihat ada sejumlah strategi yang bisa dilakukan untuk meredam dampak langsung kenaikan harga susu impor ini. Misalnya, dengan kontrak pembelian jangka panjang agar tetap mengacu pada harga yang disepakati dan menghindari fluktuasi harga.
Kemudian kita lakukan dengan diversifikasi terhadap negara yang memang tidak mempunyai dampak langsung terkait hal tersebut, ucapnya.
Widyastuti melihat lagi perlunya efisiensi rantai pasok untuk mengurangi peningkatan biaya logistik hingga penyimpanannya. Pada saat yang sama, dilakukan peningkatan produksi dalam negeri sebagai substitusi susu impor.
Kita sih berharap adanya juga dukungan dari pembiayaan yang bisa di mana ada kredit yang mempunyai bunga rendah untuk sisi peternak, sehingga peternak itu semakin termotivasi dan untuk melakukan produksi lebih bagus lagi, dan kemudahan akses bagi peternak, jelas dia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4568442/original/087912500_1694165419-20230908-Harga_Gabah-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579569/original/092261100_1778057170-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5499743/original/037880100_1770793941-IMG-20260211-WA0006.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071007/original/007878700_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6450334/original/075539200_1779315375-pengusaha-ritel-ekonomi-sulit-tak-buat-kita-kritis-tapi-tetap-sakit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7473748/original/075472300_1780246716-IMG-20260531-WA0007.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)