Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu, (12/8/2026). Harga perak Antam hari ini berlawanan dengan harga perak dunia yang menguat. Akan tetapi,harga perak Antam sejalan dengan harga emas Antam yang tertekan.
Mengutip laman logam mulia, harga perak Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 43.100 dari perdagangan sebelumnya Rp 44.100.
BACA JUGA:Harga Emas Antam 12 Agustus 2026 Turun Rp 30.000, Simak Rincian di Sini
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik Jadi Rp 44.100 per Gram
BACA JUGA:Harga Perak Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Naik Rp 250
Lalu bagaimana dengan harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak naik 1,01% menjadi US$ 65,33.
Harga perak stabil di kisaran US$ 65 per ons pada Rabu setelah sempat turun pada sesi sebelumnya, seiring para investor bersiap menyambut data inflasi penting AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve (the Fed).
Pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September setelah mempertahankan suku bunga tetap pada Juli, dengan kenaikan harga minyak yang memperkuat sentimen kebijakan yang lebih ketat (hawkish), demikian seperti dikutip dari tradingeconomics.com.
Sementara itu, para pelaku pasar mencermati prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah sinyal-sinyal yang berubah-ubah. Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa Washington dan Teheran mendekati semacam kesepakatan terkait selat tersebut, sementara laporan menyebutkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut.
Di sisi lain, harga perak tetap tertopang oleh permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor manufaktur panel surya yang terus berkembang dan pembangunan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan impor bijih yang mengandung perak oleh Tiongkok melonjak 62,5% secara tahunan (year-on-year) pada Juni menjadi 219.000 ton.

/2026/04/24/1722632170.jpg)
/2026/03/27/747598489.jpg)
/2025/06/11/1156270911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321893/original/044584900_1786508407-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_10.54.46_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321981/original/062671700_1786513135-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_38_32_PM.jpg)