Jakarta – Menteri Perdagangan, Budi Santoso menuturkan tidak ada dampak perang Amerika Serikat-Israel vs Iran ke harga pangan di dalam negeri. Dia mengeklaim harga pangan lokal dalam kondisi stabil.
Dia menjelaskan saat ini harga pangan cenderung terkendali di pasaran. Meskipun ada beberapa kenaikan atau lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan itu, dia memastikan tak ada dampak perang ke perdagangan dalam negeri.
BACA JUGA:Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp 82.300, Bawang Merah Rp 43.450
BACA JUGA:Update Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah Rp 47.650, Cabai Rawit Rp 68.550
BACA JUGA:Harga Pangan Hari Ini 2 Maret 2026: Harga Cabai Tembus Rp 83.850 per Kg
BACA JUGA:Pemkab Penajam Paser Utara Rangkai Kegiatan Safari Ramadan, Gelar Operasi Pasar
Ya kalau kita ngomongin dampak perang sebenarnya enggak mengganggu kita di dalam negeri, ungkap Budi, di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dia menuturkan, pantauan harga dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga yang stabil di berbagai wilayah. Terkendalinya harga juga dipastikannya dalam kunjungan ke beberapa wilayah Tanah Air, mulai dari Sulawesi, Aceh, hingga Sumatera Barat.
Tetapi kami lihat kemarin harganya bagus, normal semua, pasoka juga enggak ada masalah. Kemarin yang di Makassar itu juga begitu, harga bagus-bagus semua ya, tuturnya.
Dia menjelaskan, perang AS-Israel vs Iran tidak akan berdampak langsung kepada ekonomi nasional. Mengingat lagi, kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan konsumsi domestik.
Kalau kita kontribusi terhadap PDB itu kan sebenarnya belanja di dalam negeri yang paling besar. Nah itu terus harus kita jaga momentum itu. Sehingga tidak banyak terganggu nanti dari perang, jelas Budi.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522221/original/017683800_1772728254-125f12a4-fec1-4c86-a5d8-f2bae18aa39b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

/2026/01/06/1043778783.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)