Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan penyebab kenaikan harga minyak goreng merek Minyakita. Menurut dia, beban biaya kemasan dari plastik menjadi penyebab utamanya.
Menurut pantauannya dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga Minyakita sebesar Rp 15.900 per liter, sedikit lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Distribusi jadi penyebab kenaikan harga di wilayah Papua.
BACA JUGA:Upaya Mendag Cari Solusi Supaya Harga Minyak Goreng Turun
BACA JUGA:Pasokan dan Harga MinyaKita Disebutkan Stabil, Faktor Ini Disebut jadi Kunci
BACA JUGA:Mendag Klaim DMO 35% Mampu Jaga Harga Minyakita Stabil
Kalau harga minyak goreng Minyakita di SP2KP itu Rp15.900 dari Rp15.700 HET-nya. Kalau minyak goreng premium itu terutama memang yang daerah seperti di Papua, karena memang distribusinya, kata Budi, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu, untuk wilayah lainnya disebut tidak ada masalah dari bahan baku maupun produksi. Hanya saja, ada kenaikan biaya pengemasan dari plastik yang berpengaruh pada harga jual Minyakita.
Kami sudah komunikasi dengan para produsen yang pada prinsipnya stok barang ada, enggak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada, memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik, kata dia.
Menurut dia, proses pembuatan plastik di industri tetap berjalan dengan upaya pemenuhan bahan bakunya dari impor. Harapannya masalah harga plastik bisa segera selesai kedepannya.
Budi mengatakan, kenaikan harga minyak goreng premium juga disinyalir imbas dari naiknya harga plastik. Kemasan kan rata-rata kemasan dari plastik semua. Sekarang ya dari hulunya. Kalau kesediaan minyaknya gak ada masalah, tapi kan tadi faktor dari (harga) plastiknya, makanya plastik yang harus kita selesaikan, tutur dia.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2024/12/09/1676956039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5159730/original/096915100_1741756812-minyak_kita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308438/original/088074000_1754544105-1000013229.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902605/original/040498500_1722051570-AP24208673181388.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561040/original/071538800_1776739356-3449e898-0f39-4c1c-83d9-b8a578e3c0bd.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5561128/original/080684600_1776742737-BRI_Kartini_edited.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202370/original/023638200_1666656354-Rencana_Pembangunan_Skybridge_Stasiun_Bogor-MAGANG_5.jpg)