Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) telah melalui perhitungan yang matang.
Ia menjelaskan, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 1 per barel berpotensi menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 6 triliun.
BACA JUGA:BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik 2025 dari Kemenkeu
BACA JUGA:Subsidi Energi Tambah Rp 100 Triliun, Defisit APBN Tetap Aman
BACA JUGA:Said Abdullah Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan APBN di Tengah Konflik Global
“Yang jelas tiap USD 1 per barel naik itu sekitar Rp 6 triliun tambahan defisitnya. Tapi ini sudah kita hitung semua kan, nanti bahkan dengan rata-rata USD 100 pun kita sudah kunci defisitnya di bawah 3%, yaitu sekitar 2,9%. Jadi nggak masalah,” katanya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Purbaya menegaskan bahwa posisi defisit saat ini masih berada di level aman, yakni sekitar 2,9 persen. Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan potensi efisiensi tambahan, termasuk dari kebijakan Work From Home (WFH).
Menurutnya, jika terdapat langkah penghematan lanjutan, defisit berpotensi lebih rendah lagi.
Ia juga merujuk pada realisasi defisit tahun 2025 yang mencapai 2,92 persen. Hal ini menunjukkan ruang fiskal Indonesia masih cukup fleksibel dan tidak sesempit yang dikhawatirkan.
“Jadi sekarang pun dengan 2,9% saya nggak terlalu pesimis,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, proyeksi defisit APBN 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran tersebut. Terlebih, harga minyak dunia yang sempat menyentuh USD100 per barel kini mulai turun ke kisaran USD70 per barel.
Kondisi ini dinilai memberikan ruang tambahan bagi pengelolaan fiskal pemerintah.
“Jadi ruang kita masih terbuka lebar sebetulnya, jadi Anda nggak perlu takut dengan kondisi APBN kita,” tutupnya.
/2026/01/18/2123596038.jpg)
/2025/11/19/1688602766.jpg)
/2024/06/04/140834998.jpg)
/2026/01/30/508885737.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3042001/original/016935600_1580890141-20200205-Kampung-Kumuh-Muara-Angke-Jakarta-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537754/original/037324300_1774438747-1000271973.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931131/original/070370500_1724905788-publikasi_1724900773_66cfe5a5901d5.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543092/original/027532400_1775014076-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_10.02.51.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4547276/original/022619100_1692693649-20230822-Subsidi-dan-Kompensasi-Energi-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3995758/original/009768300_1649941083-20220414-Proyeksi-Neraca-Perdagangan-Indonesia-FANANI-6.jpg)