Jakarta – Harga minyak dunia menguat pada Senin, (30/3/2026). Kenaikan harga minyak terjadi setelah kelompok Houthi Yaman mengatakan telah menembakkan rudal ke Israel, membuka front baru dalam perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Mengutip CNBC, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka Mei naik 2,92% menjadi USD 115,86 per barel pada awal perdagangan di Asia. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,2% menjadi USD 102,80 per barel.
BACA JUGA:Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
BACA JUGA:Prajurit TNI Gugur dan Terluka di Lebanon, Iran Sampaikan Belasungkawa ke Indonesia
BACA JUGA:Iran Klaim Hancurkan Pesawat Pengintai AS E-3 AWACS di Pangkalan Arab Saudi
BACA JUGA:“No Kings” di Paris, Massa Tolak Perang Iran dan Kebijakan Trump
Kelompok Houthi Yaman mengatakan pada Sabtu mereka telah meluncurkan rudal ke Israel, menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara Yahya Saree mengatakan kelompok tersebut menembakkan rentetan rudal balistik ke apa yang mereka sebut sebagai target militer Israel yang sensitif, untuk mendukung pasukan Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Serangan tersebut menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni mengatakan, pasar saham global mulai mencerminkan skenario harga minyak dan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, seiring dengan meningkatnya risiko konflik yang berkepanjangan.
Ia memperingatkan, blokade berkelanjutan di Selat Hormuz dapat memperdalam penurunan pasar dan meningkatkan risiko resesi, dengan ketidakpastian seputar konflik, termasuk kemungkinan keterlibatan AS yang lebih besar, kemungkinan akan menjaga volatilitas tetap tinggi hingga aliran minyak kembali normal.
Kecepatan dan besarnya pergerakan tersebut menggarisbawahi seberapa cepat pasar energi menyesuaikan kembali risiko geopolitik, menantang upaya sebelumnya untuk menjaga pasar minyak dan obligasi tetap stabil, dan memperkuat risiko gangguan berkelanjutan di Selat,” tulis Yardeni dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada Senin.
/2024/01/10/1175600077.jpg)
/2026/01/14/1753234005.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2016/10/07/1683647833.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2877007/original/083853100_1565268943-Pokemon4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538624/original/041324900_1774531939-1000272872.jpg)
/2024/08/29/2066812669.jpg)
/2026/02/03/1171977012.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)