Jakarta – Analis optimistis harga emas dunia masih berpeluang naik pada pekan ini. Berdasarkan survei emas mingguan Kitco News terbaru menunjukkan sebagian analis kembali ke jalur bullish. Sentimen konflik Timur Tengah dan kebijakan moneter akan pengaruhi harga emas.
Mengutip Kitco, Senin, (30/3/2026), pada pekan lalu, 16 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Wall street kembali ke sentimen lebih seimbang setelah harga emas naik dari level support kunci. Delapan ahli atau 50% memperkirakan harga emas naik selama sepekan. Sementara tiga lainnya yang mewakili 19% memprediksi penurunan harga. Lima analis lainnya atau 31% dari total melihat Risiko seimbang dalam jangka pendek.
BACA JUGA:10 Tips Membeli Cincin untuk Mas Kawin Pernikahan agar Tahan Lama dan Berkualitas
BACA JUGA:Bos Antam Minta Transaksi Perak Bebas PPN 12% dan Penyetaraan PPh 22 Emas
BACA JUGA:Geopolitik Memanas, Kenapa Harga Emas Sempat Turun?
BACA JUGA:Merdeka Gold Resources Catat Laba Bersih USD 27,49 Juta di 2025
Sementara itu, 263 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco. Sentimen investor ritel hampir sama dengan sentimen investor profesional untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu. 139 pedagang ritel atau 53% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan 60 lainnya atau 23% memperkirakan logam mulia itu akan turun.
Sebanyak 64 investor lainnya yang mewakili 24% dari total investor memprediksi harga emas stabil selama sepekan ini.
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day menyebutkan, harga emas akan naik. Ia prediksi, pergerakan harga emas bergejolak tetapi kecenderungan naik.
“Saya ragu untuk menyebutkan titik terendah, tetapi penutupan perdagangan Kamis di atas USD 4.350 mungkin menjadi titik terendahnya. Harga belum mencapai target penurunan saya, tetapi sudah dekat,” kata dia.
Ia menuturkan, jika konflik Iran mereda, faktor moneter akan menjadi sorotan. “Dan meskipun bank sentral di seluruh dunia berjanji untuk memerangi inflasi, seiring melemahnya data ekonomi, tekad tersebut akan diuji,” kata dia.
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
/2023/02/19/2129343725.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540877/original/090527500_1774839803-385521c9-8059-4183-add4-dddddd839ae3.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5026545/original/025232600_1732773961-IMG-20241128-WA0005.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541445/original/031110100_1774863269-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026b.jpeg)