Jakarta – Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Harga emas melonjak karena data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi tentang pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) tahun ini dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus-menerus mendorong permintaan aset safe-haven. Sementara harga perak telah mencapai rekor tertinggi baru.
Dikutip dari CNBC, Rabu (14/1/2026), harga emas di pasar spot stabil di USD 4.591,49 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi USD 4.634,33 di awal sesi perdagangan. Sedangkan harga emas AS ditutup turun 0,3% ke level USD 4.599,10.
BACA JUGA:Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton Sepanjang 2025
BACA JUGA:Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?
BACA JUGA:Kenapa Harga Emas Terus Cetak Rekor Termahal? Ini Penjelasannya
“Alasan di balik sentimen yang sedikit positif secara keseluruhan di pasar adalah data CPI yang menggembirakan (yang) mengindikasikan kemungkinan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 0,3% dan 2,7% secara berturut-turut.
Donald Trump kembali menegaskan dorongannya untuk memangkas suku bunga secara signifikan setelah data inflasi dirilis.
Bank Sentral AS (Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan tanggal 27-28 Januari, meskipun investor saat ini mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor-faktor fundamental seperti ketegangan geopolitik dan pertanyaan tentang independensi The Fed terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4360730/original/099779100_1678955416-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__11.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4524723/original/073819600_1691056038-20230803-Jumlah-Penduduk-Jakarta-Angga-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)