Jakarta – Harga bensin di Amerika Serikat (AS) melonjak. Rata-rata harga nasional akan segera mencapai USD 4 untuk pertama kali sejak 2022. Lalu apa dampak kenaikan harga bensin terhadap ekonomi AS?
Mengutip CNN, Selasa (24/3/2026), tidak ada yang benar-benar menyukai kenaikan harga bensin yang tajam terlepas dari lokasi negara bagian di AS. Namun, harga rata-rata nasional USD 4 berfungsi sebagai ambang batas penting yang membawa implikasi psikologis, matematis dan mekanis bagi ekonomi AS.
BACA JUGA:Pakistan Muncul sebagai Penengah AS-Iran, Ini Analisis di Baliknya
BACA JUGA:Sederet Siasat Berbagai Negara di Dunia Berjuang Hadapi Krisis Energi
BACA JUGA:Bar Data dan Taruhan: Wajah Baru Hiburan Akhir Pekan di Washington D.C
BACA JUGA:Iran Vs AS dan Israel: Siapa yang Mengendalikan Eskalasi Konflik?
“Ini mengkhawatirkan, terutama bagi mereka yang paling tidak mampu menghadapi badai ini,” ujar Kepala Ekonom KPMG, Diane Swonk.
Sebelum membahas dampak ekonomi dari harga bensin USD 4 per gallon, penting untuk menunjukkan perhitungan yang telah dilakukan. Ekonom RSM US Joe Brusuelas menjabarkan beberapa elemen dasar harga bensin. Di sisi lain, setiap kenaikan USD 10 per barel minyak antara lain:
- Menciptakan tekanan 0,1% pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)
- Meningkatkan inflasi 0,2%
- Menaikkan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebesar 24 sen
- Menyebabkan kerugian tahunan USD 450 pada penghasilan rumah tangga melalui bensin, pemanas dan utilitas.
- Menyebabkan kenaikan biaya transportasi dan makanan.
- Adapun harga minyak telah naik lebih dari USD 30 per barel sejak perang. Rata-rata harga satu gallon bensin tanpa timbal biasa sebesar USD 2,98 sebelum perang dimulai.
Aktivitas Ekonomi
Kenaikan harga minyak sebesar USD 30 setara dengan penurunan 0,3% pada pertumbuhan PDB riil (0,7% pada akhir tahun). “Meskipun itu tidak terlalu besar, tetapi cenderung bertambah seiring waktu,” kata Brusuelas.
Ia mengatakan, menggulingkan ekonomi senilai USD 30 triliun bukan hal mudah, sebuah raksasa dinamis dan tangguh. “Namun, bahkan raksasa senilai USD 30 triliun pun memiliki titik lemah. Dan titik di mana segala sesuatunya bisa mulai menjadi rumit tidaklah terlalu jauh,” ujar dia.
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2025/06/25/1464900289.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537913/original/074911900_1774493188-tercabaikan_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537790/original/021655300_1774442876-1000271979.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337092/original/034280800_1609328701-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3276076/original/040207400_1603438032-top-view-frame-with-gavel-sounding-block.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397951/original/070618500_1761822669-1.jpg)