Jakarta – Harga bensin di Amerika Serikat (AS) melonjak di atas USD 4 per gallon untuk pertama kali dalam lebih dari tiga tahun. Lonjakan harga bensin itu terjadi karena guncangan pasokan minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Hal ini dinilai dapat berdampak terhadap biaya rumah tangga.
Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2026), harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mencapai rata-rata USD 4,018, level tertinggi sejak Agustus 2022. Hal itu saat perang Rusia melawan Ukraina mengguncang pasar energi, demikian disampaikan Asosiasi Perjalanan AAA.
BACA JUGA:BBM Mahal! Dampak Perang Iran Bikin Dompet Warga Amerika Tercekik
BACA JUGA:Trump Sebut Perang Iran Berpotensi Berakhir dalam 2–3 Pekan
BACA JUGA:Perang AS-Israel vs Iran Ancam Ekonomi Arab, Kerugian Bisa Tembus Rp 3.100 Triliun
Berdasarkan data AAA, harga bensin telah melonjak lebih dari 30% sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari 2026.
Kami memperkirakan potensi gangguan terhadap pasokan bahan bakar Amerika Serikat,” ujar Head of the Environmental Protection Agency, Lee Zeldin kepada wartawan saat konferensi CERAWeek S&P Global di Houston pekan lalu.
Selain itu, the EPA untuk sementara mencabut beberapa peraturan untuk meningkatkan pasokan bensin dalam upaya menurunkan harga.
Wakil Presiden AS, JD Vance menuturkan kepada konsumen, mereka menghadapi jalan yang sulit di depan terkait harga bensin dalam beberapa minggu mendatang. Vance berjanji lonjakan ini bersifat sementaran dan harga akan turun setelah perang berakhir.
“Kita punya masalah, kita tahu kita punya masalah, dan kita melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasinya,” ujar wakil presiden pada sebuah acara di Auburn Hills, Michigan pada 18 Maret.
Adapun harga minyak telah melonjak lebih dari 50% sejak perang dimulai. Harga Brent, patokan internasional beradal di jalur untuk kenaikan bulanan rekor sejak kontrak berjangka dibuat pada 1988. Minyak mentah AS menuju kenaikan terbesar dalam satu bulan sejak 2020.
Ekonom Macquarie Group, David Doyle menuturkan, harga rata-rata bensin pada Maret diperkirakan 25% lebih tinggi dibandingkan Februari. Ini menandai kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 1990.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881264/original/019311900_1719914456-20240702-Mall_Pelayanan_Publik-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)