Jakarta – Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengatakan harga jual ayam hidup (live bird) sebesar Rp 25 ribu per kilogram (kg). Angka tersebut hanya naik sedikit dari harga pokok produksi yang berkisar Rp 23.500 – Rp 24.000 per kg.
Ketua Umum Permindo, Kusnan mengatakan harga tersebut masih wajar dan perlu dipertahankan. Dia meminta masyarakat tak langsung menyalahkan peternak karena ada kenaikan harga ayam di pasaran jadi Rp 40 ribu per kg.
BACA JUGA:Bahlil Bakal Impor Minyak Mentah dengan Harga Murah
BACA JUGA:Marak Rokok Ilegal, Gudang Garam Hati-Hati Kerek Harga Jual
BACA JUGA:Cara Menentukan Harga di Toko Tetap Terjangkau, Kunci Meningkatkan Penjualan Tanpa Perang Harga
Jangan sampai masyarakat melihat harga ayam Rp 40.000 di pasar kemudian menyalahkan peternak. Harga di kandang Rp 25.000/kg tidak otomatis menjadi Rp 40.000/kg di tangan konsumen. Ada rantai setelah peternak yang harus dibuka secara transparan,” kata Kusnan dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Dia menguraikan, HPP peternak yang harus dikeluarkan di antaranya untuk day old chicken (DOC) Rp 8.000-8.500 per ekor, harga pakan Rp 9.500-10.000 per kg. Alhasil, HPP peternak dihitung sekitar Rp 23.500-24.000 per kg.
Dengan harga jual Rp 25.000 per kg, dan beban biaya lain seperti listrik hingga tenaga kerja, Kusnan memandang margin keuntungan peternak cenderung terbatas.
Dia menilai ada rantai pasok yang cukup panjang sebelum ayam diterima konsumen. Peternak perlu melepas ke pengepul, lalu rumah potong hewan unggas (RPHU), distributor, dan pedagang sebelum dijual ke konsumen.
Jika kenaikan harga di konsumen terjadi terutama setelah ayam keluar dari kandang, maka kebijakan menekan harga peternak bukanlah solusi, yang harus diperbaiki adalah mata rantai yang menyebabkan pelebaran harga, tutur dia.
Kusnan meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menelusuri rantai pasok tadi untuk melihat pembentukan harga di pasar. Sehingga diharapkan penyelesaian masalahnya bisa lebih tepat.
/2022/02/17/311290864.jpg)
/2025/10/28/268376734.jpg)
/2019/08/15/1659906810.jpg)
/2016/08/26/542351616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353262/original/055211800_1789957329-IMG_7180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352822/original/075395700_1789873969-Foto_1__6_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351550/original/036216000_1789700998-1000445872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352130/original/058617600_1789730023-Penandatanganan_BA_GL_Tax_Mapping_oleh_Dirut_Pertamina_Kepala_KPP_WPB_Tiga_dan_Ketua_Tim_GL_Tax_Mapping.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347211/original/045895600_1789284398-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_11.16.28.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4811393/original/069497700_1713943503-christian-lue-8Yw6tsB8tnc-unsplash.jpg)