Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta penertiban distribusi gula rafinasi yang diduga merembes ke pasar konsumsi. Kondisi ini dinilai menekan harga gula petani dan berpotensi merugikan sektor pertanian nasional.
“Kita temukan rembesan gula rafinasi yang masuk ke pasar sebagai gula konsumsi. Ini sangat membahayakan karena menekan harga dan membuat gula petani tidak terserap. Kalau ini tidak ditertibkan, petani yang paling dirugikan,” kata Mentan dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
BACA JUGA:KPPI Selidiki Perpanjangan Pengamanan Impor Evaporator
BACA JUGA:Kementerian ESDM: Impor Bensin Tembus 60% dari Kebutuhan Nasional pada 2025
BACA JUGA:Kebutuhan LPG Melonjak hingga Februari 2026, Impor Naik jadi 83,9%
Ia menyoroti kondisi petani tebu yang semakin tertekan akibat hasil produksi dalam negeri sulit terserap pasar. Padahal, kebutuhan gula nasional masih cukup tinggi.
Menurutnya, persoalan utama tidak hanya pada sisi produksi, tetapi juga tata niaga yang belum sepenuhnya berpihak kepada petani.
Mentan menilai terdapat kejanggalan dalam sistem tata niaga gula nasional. Di satu sisi, Indonesia masih melakukan impor gula, namun di sisi lain gula produksi dalam negeri justru tidak terserap dengan optimal.
“Selain itu, terdapat kondisi yang cukup janggal. Di satu sisi kita masih melakukan impor gula, namun di sisi lain gula dalam negeri tidak terserap. Hal yang sama juga terjadi pada molase, ujarnya.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2026/02/08/1636791920.jpg)
/2022/02/23/885391879.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5498949/original/076272100_1770729989-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-10_Februari_2026c.jpg)
/2017/06/14/1946894088.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
/2026/01/18/2123596038.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550464/original/070550700_1775698382-38039b87-fe4d-428a-8980-d1deb1609409.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551151/original/014052200_1775719526-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_13.10.40.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551448/original/064483400_1775726721-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_16.05.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550333/original/023387700_1775653134-PHOTO-2026-04-08-17-09-17.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550332/original/018252100_1775653118-PHOTO-2026-04-08-17-09-19.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541737/original/080028800_1774882683-IMG-20260330-WA0101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549359/original/003858900_1775617048-IMG-20260408-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5337503/original/092769700_1756899849-1001002551.jpg)