Jakarta – Gubernur Bali Wayan Koster meminta bantuan dukungan wilayahnya bisa mendapatkan insentif infrastruktur dari pemerintah pusat. Permintaan ini diajukan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan.
“Masalahnya tidak pernah kita melakukan kebijakan daerah spesifik seperti Bali yang menjadi daerah wisata diberikan insentif untuk infrastruktur, jadi polanya sama dengan semua daerah, akibatnya kami di Bali kewalahan urusan kemacetan ini,” kata Gubernur Koster melansir Antara di Denpasar, Kamis (26/2/2026).
BACA JUGA:Banjir Rendam Bali, Warga dan Turis Dievakuasi dengan Perahu Karet
BACA JUGA:Gubernur Bali Tagih Bantuan Pusat Atasi Macet dan Sampah, Singgung Sudah Beri Devisa Rp 167 Triliun
BACA JUGA:Viral Video Bule Ukraina Mengaku Diculik di Jimbaran, Minta Uang Tebusan USD 10 Juta
“Jadi kami sangat membutuhkan dukungan infrastruktur karena kalau hanya kami sendiri tidak mampu, jadi mohon dorongan dari Bapak kepada Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas untuk memberi atensi,” sambungnya.
Kepada Luhut, Koster menjelaskan Bali membutuhkan bantuan insentif untuk infrastruktur mengingat banyaknya persoalan yang bisa berdampak pada pariwisata.
Hal paling banyak disorot adalah masalah kemacetan dan sampah.
Untuk persoalan sampah saat ini Pemprov Bali mengandalkan kebijakan pengolahan sampah pada sumbernya atau di hulu, dan di hilir berusaha ditangani oleh pemerintah daerah.
Sedangkan untuk kemacetan, pemerintah daerah berupaya mengembangkan infrastruktur jalan dan moda transportasi, namun terkendala pada anggaran sehingga membutuhkan dukungan pusat.
“Kalau ini tidak dikelola cepat dalam waktu singkat, lima tahun ke depan pariwisata Bali akan mengalami penurunan daya saing, mungkin rusak pariwisata Bali, dan kalau sudah rusak saya kira sulit untuk memperbaiki,” ujarnya.
/2025/09/03/1680158180.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2025/12/22/1382838809.jpg)
/2025/01/01/314892037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2824335/original/041767100_1560048960-20190608-Arus-Balik-Pemudik-Mulai-Padati-Tol-Trans-Jawa-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955061/original/044806900_1646657205-7_maret_2022-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5526918/original/070025800_1773138148-Ketua_FSP_RTMM-SPSI_DIY_Waljid_Budi_Lestarianto-10_Maret_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479939/original/082643400_1768997552-Ketua_Komisi_XI_DPR_RI_Mukhamad_Misbakhun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524823/original/016537400_1773015313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4730520/original/011066600_1706621830-WhatsApp_Image_2024-01-30_at_10.03.13.jpeg)