Jakarta – Proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall menjadi harga mati untuk menyelamatkan aset vital nasional di Pantura Jawa yang bernilai sedikitnya USD 368 miliar (Rp 6.182,4 triliun).
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf menyatakan, pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall bakal melindungi berbagai aset vital nasional di Pantura Jawa dari penurunan muka tanah (land subsidence).
BACA JUGA:Proyek Giant Sea Wall Bisa Sedot Biaya hingga Rp 1.680 Triliun
BACA JUGA:Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta dan Semarang-Demak Bakal Dikerjakan Serentak, Kapan?
BACA JUGA:Pramono: Groundbreaking Giant Sea Wall Jakarta Ditargetkan September 2026
Menurut Perhitungannya, wilayah Pantura Jawa memiliki kontribusi sekitar USD 368 miliar, atau setara Rp 6.182,4 triliun (kurs Rp 16.800 per dolar AS) terhadap produk domestik bruto (PDB).
Banyak sekali di Pantura Jawa ini yang perlu dilindungi. Bukan hanya penduduk saja, di samping penduduk 17-20 juta jiwa kita harus dilindungi, tapi seluruh aset-aset nasional yang ada di Pantura Jawa ini lebih kurang sekitar USD 368 miliar, ujar Didit di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Didit lantas memaparkan sejumlah aset nasional di Pantura Jawa yang berpotensi terdampak banjir akibat penurunan muka tanah. Mulai dari kantor pemerintahan, kawasan industri yang berlokasi di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), rel kereta api, hingga bangunan peninggalan masa kolonial.
Dengan kondisi seperti ini maka akan terjadi kerugian. Contoh misalkan instansi pemerintah, contoh misalkan pabrik, contoh misalkan KEK, contoh misalkan railway, contoh misalkan di situ ada rumah sakit, contoh lagi kantor-kantor swasta ataupun pabrik-pabrik yang sudah berdiri mulai jaman Belanda, ungkapnya.
Sebagai contoh, ia memberikan proyeksi asset loss di Bandara Ahmad Yani, Semarang., yang memiliki tingkat penurunan tanah relatif tinggi dan sering terkena banjir rob. Dengan perhitungan baseline pada 2025, bandara tersebut diperkirakan memiliki total nilai aset sekitar Rp 5,47 triliun.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203982/original/041738600_1745988471-30_april_2025-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)