Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendorong adanya pembahasan bersama antara pemerintah, pemasok gas dan pelaku usaha terkait pasokan serta harga gas bumi guna mendukung peningkatan utilisasi dan daya saing industri keramik nasional.
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan gas bumi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberlangsungan dan daya saing industri keramik. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat hadir untuk mencarikan solusi atas persoalan harga dan pasokan gas yang masih menjadi tantangan bagi industri.
BACA JUGA:Industri Was-Was, Harga Gas Bisa Tembus USD 20 per MMBTU
BACA JUGA:Bidik Produksi Minyak 1 Juta Barel, Pengembangan Blok Rokan Dikebut
BACA JUGA:Produksi Gas Nasional Tembus 95% dari Target 2026
Menurut Edy, kenaikan harga gas tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami sejumlah negara pesaing. Thailand, misalnya, yang sebelumnya menikmati harga gas sekitar USD 9 per MMBTU, kini mengalami kenaikan hingga sekitar USD 12 per MMBTU.
Sementara di Malaysia, harga gas yang sebelumnya berada di kisaran USD 9,4 per MMBTU kini diperkirakan telah meningkat menjadi sekitar USD 10-11 per MMBTU.
Meski demikian, kondisi di Indonesia dinilai memiliki tantangan tersendiri. Industri keramik saat ini hanya memperoleh sekitar 40 persen pasokan gas dengan harga khusus USD 7 per MMBTU.
Sementara sisa kebutuhan harus dipenuhi dengan harga yang jauh lebih tinggi, sehingga rata-rata harga gas yang dibayar industri mencapai sekitar USD 15 per MMBTU.
Kondisi ini yang kami khawatirkan karena dapat mengganggu target peningkatan utilisasi industri, ujar Edy dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan semakin tinggi tingkat produksi dan utilisasi pabrik maka kebutuhan serta biaya energi juga akan meningkat. Oleh karena itu, industri membutuhkan dukungan agar tetap mampu bersaing dengan produk impor maupun produsen dari negara lain.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552547/original/013956500_1775812564-Menteri_Pekerjaan_Umum__PU___Dody_Hanggodo-10_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7846987/original/058551800_1780669445-IMG_4743.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7755744/original/019097000_1780564798-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.35.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143793/original/048379300_1740553792-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749497/original/025677000_1780557634-Maybank_Adv_1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816779/original/017781500_1780634742-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_08.50.29_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672550/original/053854800_1778484681-IMG_3318.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539712/original/078773900_1774614685-Menteri_Perdagangan_Budi_Santoso-27_Maret_2026b.jpg)