Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuka peluang kerja sama strategis dengan pemerintah Jerman. Kedua negara membidik kolaborasi di sektor energi hijau, rantai pasok semikonduktor, hingga pendidikan vokasi.
Airlangga menyampaikan, salah satu proyek potensial yang dapat diakselerasi adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendongkrak porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.
BACA JUGA:Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
BACA JUGA:Prabowo Garap PLTS 100 GW: Hemat Rp 73,9 Triliun dan Suntik Mati PLTD
Indonesia menyambut delegasi ini untuk mendorong beberapa pipeline project di sektor renewable, dan juga tentu bagi Indonesia rantai pasok terkait dengan semikonduktor juga hal yang penting, kata Airlangga usai bertemu Menteri Federal untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Keduanya turut membahas pendidikan vokasi, sektor yang dinilai vital bagi kedua negara. Jerman dikenal memiliki keunggulan di bidang ini dan telah menjadi mitra strategis dengan lebih dari 250 perusahaan yang telah berbisnis dan beroperasi di Indonesia.
Kemudian tadi juga dibahas mengenai EU-CEPA, di mana EU-CEPA ini diharapkan bisa ditandatangani tahun ini. Dan Jerman juga merupakan mitra strategis dari Just Energy Transition Partnership, JETP dan Jerman menjadi co-leading IPG dengan Jepang, urainya.
Di mana proyek yang dikomitmen dalam JETP itu sebesar US$ 21,4 miliar, dan Indonesia telah memanfaatkan US$ 3,93 miliar, hampir US$ 4 miliar, dan tadi disampaikan kepada Menteri Commerce bahwa kita akan ada rapat untuk terus bagaimana kita bisa meningkatkan proyek-proyek green energy ini untuk bisa mendapatkan akses pembiayaan termasuk juga dari GFW, jelas Airlangga.

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329141/original/059727100_1787221968-WhatsApp_Image_2026-08-20_at_17.07.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)