Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB atau kategori layak investasi (investment grade). Keputusan ini mencerminkan kepercayaan global terhadap fondasi ekonomi Indonesia yang dinilai kuat dan stabil dengan prospek jangka menengah yang tetap solid.
Afirmasi rating tersebut merupakan hasil akhir dari proses asesmen Fitch setelah melakukan kunjungan ke Jakarta pada 23–26 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Fitch berdiskusi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BP BUMN, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
BACA JUGA:Pemerintah Tangkap Penilaian Positif dari Fitch Ratings
BACA JUGA:Airlangga Respons Outlook Fitch: Warning Akan Dipelajari Pemerintah
Meski mempertahankan rating BBB, Fitch menyesuaikan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Penyesuaian tersebut dilakukan karena Fitch mencatat sejumlah catatan terkait ketidakpastian kebijakan. Namun lembaga pemeringkat itu juga menyatakan outlook dapat kembali menjadi stabil apabila stabilitas makroekonomi terus terjaga melalui konsistensi kebijakan dan disiplin fiskal.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, melanjutkan disiplin fiskal sesuai amanat undang-undang, serta memperkuat reformasi struktural guna meningkatkan ketahanan ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi melalui berbagai langkah debottlenecking dan deregulasi guna mempercepat arus investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan fondasi ekonomi yang dinilai kuat, disiplin fiskal yang tetap terjaga, serta reformasi struktural yang terus berjalan, Indonesia dinilai tetap berada pada jalur positif untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519613/original/073767100_1772589824-publikasi_1772587345_69a78951691f3.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)