Jakarta – Dua kawasan industri berbasis nikel di Indonesia, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, mencatatkan nilai ekspor yang cukup besar.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut total ekspor dari kedua kawasan tersebut telah mencapai sekitar US$ 28 miliar.
BACA JUGA:Thailand Mengurangi Ekspor Telur Ayam 30-50% hingga Akhir 2026
BACA JUGA:Peran Danantara Sumberdaya Indonesia Bakal Dievaluasi Sebelum 2027
BACA JUGA:Harga Minyak Menguat di Tengah Kenaikan Ekspor Timur Tengah
Rosan mengatakan, ekspor dari kawasan IWIP sendiri selama ini telah mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan kawasan Morowali, nilai ekspor keduanya mencapai US$ 28 miliar.
Menurutnya, nilai tersebut setara dengan sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan peran industri hilirisasi nikel terhadap kinerja perdagangan nasional.
Nilai ekspor dari kawasan ini selama ini telah mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan Kawasan Morowali (IMIP) yang dibangun oleh Tsingshan, total ekspor keduanya mencapai US$ 28 miliar atau menyumbang sekitar 10% dari total ekspor Indonesia, kata Rosan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).
Ekspor dari kawasan industri tersebut didominasi berbagai produk hasil pengolahan nikel. Untuk Maluku Utara, produk yang diekspor antara lain feronikel, nikel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, hingga kobalt.
Rosan mengatakan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi Maluku Utara yang tidak lagi hanya mengandalkan aktivitas pertambangan. Sektor industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh Produk Domestik Bruto (PDB) provinsi tersebut.
Maluku Utara tidak lagi sekadar daerah tambang, tetapi telah bertransformasi menjadi daerah industri, ujar Rosan
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368673/original/000484500_1791444458-Menteri_Komunikasi_dan_Digital_Meutya_Hafid-8_Oktober_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)