Jakarta – Perekonomian Singapura menutup tahun 2025 dengan kinerja yang sangat solid, mencerminkan daya tahan ekonomi negara-kota tersebut di tengah berbagai tekanan global yang masih berlangsung. Pada kuartal keempat 2025, produk domestik bruto (PDB) Singapura tercatat tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year-on-year), menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak 2021.
Capaian ini menunjukkan penguatan ekonomi yang signifikan, terutama jika dilihat dari kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, mulai dari tensi perdagangan internasional, perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang utama, hingga risiko geopolitik yang memengaruhi arus perdagangan dan investasi dunia.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tersebut juga tercatat lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yang angkanya direvisi menjadi 4,3 persen. Dorongan pertumbuhan yang kuat di akhir tahun ini membawa ekonomi Singapura tumbuh 4,8 persen sepanjang 2025 secara keseluruhan.
Angka tersebut melampaui proyeksi terbaru pemerintah Singapura yang sebelumnya telah dinaikkan menjadi sekitar 4 persen, menandakan bahwa kinerja ekonomi bergerak di atas ekspektasi awal.
Dalam pesan Tahun Barunya, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyebut capaian tersebut sebagai hasil yang lebih baik dari perkiraan semula, sekaligus menjadi sinyal positif atas ketahanan dan adaptabilitas ekonomi nasional.
Meski demikian, pemerintah tetap menekankan sikap waspada ke depan. Lawrence Wong mengingatkan bahwa tantangan global masih membayangi, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun mendatang bukanlah hal yang mudah.
Sejalan dengan itu, pemerintah Singapura memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat pada 2026, dengan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) memperkirakan PDB hanya tumbuh di kisaran 1 persen hingga 3 persen, seiring normalisasi kinerja sektor-sektor utama dan potensi perlambatan manufaktur setelah pertumbuhan tinggi pada 2025.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461028/original/070374800_1767334454-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_14.56.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404530/original/019141600_1762409037-IMG_2773__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455923/original/007071700_1766744077-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-26_Desember_2025c.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)