Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyoroti pentingnya kontribusi sektor pertanian dalam menekan angka kemiskinan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Program pemberdayaan digadang-gadang menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos).
BACA JUGA:Pramono Beberkan Ketimpangan Sosial Jakarta, Hunian Jadi Sorotan
BACA JUGA:Yenny Wahid: Atasi Kemiskinan Tak Cukup Bantuan, Perlu Buka Akses Peluang
BACA JUGA:Buka Kemensos Cup, Agus Jabo Sebut Perjuangan Pahlawan Berlanjut Lawan Kemiskinan
Evaluasi pemberdayaan di sektor ini dibahas langsung oleh Muhaimin bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Fokus utamanya adalah menjalankan program pemberdayaan di 88 kabupaten/kota prioritas yang tersebar di berbagai sektor.
Pak Prabowo menilai bahwa penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan. Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan? Mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi agar mereka naik kelas, ungkap Muhaimin saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Baik dari kemiskinan ke kelas menengah, maupun UMKM yang naik kelas, maka secara otomatis jumlah penerima bantuan sosial akan berkurang, imbuh sosok yang akrab disapa Cak Imin ini.
Usai bertamu ke kediaman Amran, ia membeberkan evaluasi pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam dua tahun terakhir, termasuk target capaian kerja dan sasaran mendatang.
Setelah melihat keberhasilan perjalanan selama dua tahun ini, tindak lanjutnya adalah mengambil langkah-langkah yang lebih cepat, konkret, serta terukur target dan tahapannya, tegas dia.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)