Jakarta – Dua Tahun Prabowo-Gibran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen utama untuk mendukung program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis, perluasan layanan kesehatan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Pemerintah juga menyiapkan strategi fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2027.
BACA JUGA:Bantu Usaha Perempuan, Kemenkeu Kucurkan Subsidi Bunga Kredit 10%
BACA JUGA:Bertemu Bank Dunia, Suahasil Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN 3 Persen
BACA JUGA:Suahasil Nazara: Pendapatan Negara Naik 25 Persen, Defisit Capai Rp319 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, dalam dua tahun pemerintahan, dukungan APBN terlihat dari pelaksanaan berbagai program yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026, kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Pemerintah juga memperluas Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta digitalisasi pembelajaran, tambah dia.
Di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 70,3 juta penduduk sepanjang 2025 dan 99,1 juta penduduk hingga September 2026. Selain itu, pemerintah mengalokasikan dukungan untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD).
“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Menkeu.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315671/original/007844100_1785850180-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait-4_Agustus_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375537/original/049333800_1792153756-Citi_Logo_Ambiance.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4725790/original/071920300_1706152136-publikasi_1706110433_65b12de1af2b3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)