Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang dunia bisnis dan pasar keuangan global dengan menyerukan peningkatan drastis anggaran pertahanan Amerika Serikat hingga mencapai USD 1,5 triliun atau sekitar Rp 25.192 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiahdi 16.795) pada 2027. Angka tersebut melonjak lebih dari 50 persen dibandingkan anggaran pertahanan tahun ini yang sebesar USD 901 miliar atau sekitar Rp 15.132 yang baru saja disetujui Kongres pada Desember lalu.
Dikutip dari BBC, Jumat (9/1/2026), Trump menegaskan, lonjakan belanja militer ini diperlukan untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai “masa-masa yang sangat sulit dan berbahaya” di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Trump menyatakan, anggaran jumbo tersebut akan memungkinkan Amerika Serikat membangun apa yang ia gambarkan sebagai “Militer Impian”, sekaligus memastikan keamanan nasional tetap terjaga dari ancaman negara mana pun.
Ini akan memungkinkan kita untuk membangun \’Militer Impian\’ yang telah lama menjadi hak kita dan, yang lebih penting, yang akan membuat kita AMAN dan TERJAGA, terlepas dari musuh mana pun, kata Trump di media sosial pada Rabu.
Menariknya, di tengah kekhawatiran para ekonom soal defisit anggaran AS yang kian melebar, Trump optimistis pendanaan belanja pertahanan raksasa ini bisa dipenuhi, salah satunya melalui pemasukan dari kebijakan tarif.
Pernyataan ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena menyentuh langsung sektor industri pertahanan, yang selama ini menjadi tulang punggung belanja pemerintah AS.
Tak butuh waktu lama, reaksi pasar pun terlihat jelas. Saham-saham raksasa industri pertahanan antara lain Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Raytheon melonjak lebih dari 5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa di New York.
Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi investor terhadap potensi lonjakan kontrak dan proyek militer dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus membuka babak baru dinamika bisnis di sektor pertahanan Amerika.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427942/original/088106400_1764463850-IMG_8736.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3047334/original/082105900_1581414535-20200211-Omnibus-Law-Diyakini-Bisa-Perkuat-Ekonomi-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)