Jakarta – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menegaskan komitmennya terhadap kebijakan “dolar yang kuat”. Namun, pergerakan pasar menunjukkan cerita yang berbeda.
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (09/02/2026), sepanjang 2025, dolar AS mencatatkan penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun terakhir, memicu keraguan investor global terhadap stabilitas mata uang yang selama puluhan tahun menjadi jangkar sistem keuangan internasional.
BACA JUGA:Kurs Dolar AS Turun Tipis, Simak Prediksi Gerak Rupiah Hari Ini
BACA JUGA:Yuan China Incar Posisi Dolar AS, Dunia Siap-Siap Hadapi Hal Ini
BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Jumat 6 Februari 2026, Ditutup Loyo Sambut Akhir Pekan
BACA JUGA:Rupiah Masih Tertekan terhadap Dolar AS Hari Ini 6 Februari 2026 Tersengat Laporan Moody\’s
Meski sempat mengalami reli dalam beberapa hari terakhir, indeks dolar AS masih tercatat melemah sekitar 1 persen sejak awal tahun, melanjutkan tren penurunan hampir 9 persen sepanjang 2025.
Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan, ancaman tarif baru, serta dinamika geopolitik yang membuat investor semakin berhati-hati terhadap aset berbasis dolar.
Sejumlah analis menilai pelemahan dolar bukan sekadar fluktuasi jangka pendek. Para ahli strategi valuta asing Goldman Sachs menilai ketidakpastian kebijakan yang terus berlanjut akan menghambat pemulihan dolar dalam waktu dekat.
Pada dasarnya, kami berpikir suntikan ketidakpastian kebijakan baru-baru ini akan cukup bertahan lama untuk mencegah Dolar AS memulihkan kerugiannya, tulis para ahli strategi valuta asing di Goldman Sachs
Harapan investor terhadap dukungan kebijakan pro-pertumbuhan di awal tahun justru terguncang oleh eskalasi perang dagang dan sinyal kebijakan yang tidak konsisten dari Washington.
Tekanan terhadap dolar semakin terasa setelah kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Trump pada April lalu memicu kejatuhan nilai tukar lebih dari 5 persen hanya dalam hitungan hari. Hampir setahun berlalu, dolar AS belum mampu kembali ke level sebelum pengumuman tersebut.
Situasi ini mendorong investor global mulai mencari alternatif lindung nilai di luar dolar, menandai potensi pergeseran preferensi jangka panjang di pasar keuangan dunia.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3042414/original/071354500_1580901824-20200205-Harga-Bawang-Putih-Mengalami-Kenaikan-MAGANG-6.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)