Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap anak buah kapal (ABK) di tengah laut menjadi pintu masuk untuk membongkar persoalan di balik operasional KM Maulana 23.
Video tersebut viral di media sosial pada awal Oktober 2026. Dalam rekaman itu, seorang ABK terlihat mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang. Polisi kemudian melakukan penelusuran melalui patroli siber untuk mengetahui identitas korban dan kapal tempat peristiwa tersebut terjadi.
BACA JUGA:Top 3: Bedah APBN 2027 Rp 4.106 Triliun
BACA JUGA:Atas Perintah Wakil Nakhoda, 4 ABK KM Maulana 23 Dianiaya Keroyokan
BACA JUGA:KKP Bongkar Pelanggaran Berlapis KM Maulana 23, Ini Dua Dugaan Kesalahan
BACA JUGA:KKP Amankan KM Maulana 23 dan 28 ABK Usai Video Dugaan Penganiayaan Viral
BACA JUGA:KKP Ungkap Dugaan Perbudakan ABK KM Maulana 23, Korban Dipukuli
BACA JUGA:Dorong Ekonomi Biru, KKP Kembangkan Hilirisasi Sisa Pengolahan Ikan
BACA JUGA:KKP Tangguhkan Operasional KM Maulana 23 Imbas Dugaan Kekerasan Awak Kapal
BACA JUGA:Reshuffle Kabinet Prabowo, Irwan Meilano Diangkat Jadi Wamen KKP
Dari penyelidikan awal, polisi mengidentifikasi empat ABK yang diduga menjadi korban, yakni Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, dan Johan Saputra. Mereka diketahui direkrut KM Maulana 23 dan berangkat dari Dermaga Muara Baru, Jakarta, menuju wilayah penangkapan di sekitar Kepulauan Aru.
Polisi menggunakan metode scientific crime investigation, termasuk teknologi face recognition, untuk mengidentifikasi salah satu korban dari video yang beredar.
“Dari pengenalan wajah tersebut, kami dapat mengidentifikasi tanggal keberangkatannya dan dengan siapa saja dia berangkat,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri.
Penelusuran itu kemudian membawa aparat kepada KM Maulana 23.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi di atas kapal tersebut?
/2023/11/02/585482236.jpg)
/2019/11/18/1319648998.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
/2023/07/12/46205755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365093/original/056835800_1791101342-WhatsApp_Image_2026-10-04_at_12.01.541.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364237/original/002877100_1790939125-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_16.43.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364698/original/046696100_1791016375-ff06dbfe-9596-4c19-83e7-9a727878e193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233718/original/089597200_1748322507-WhatsApp_Image_2025-05-27_at_10.49.08.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349514/original/042048300_1789531576-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_05_46_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156440/original/071550200_1663062669-Emas4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)