Jakarta – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi/KDM) meminta kepada Menteri PKP, Maruarar Sirait agar mengganti istilah rumah susun (rusun) menjadi apartemen. Istilah ini digunakan dalam tajuk program rusun subsidi di Meikarta.
Menurutnya, cara ini sebagai bagian dari upaya menjaga martabat dan kenyamanan masyarakat berpenghasilan rendah. Lantaran, istilah rusun selama ini kerap diasosiasikan dengan hunian sempit, kumuh, dan tidak layak, sehingga menimbulkan resistensi masyarakat.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Pastikan Morotarium Pembangunan Rumah di Bekasi Berlanjut
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Sarankan Korban Longsor Cisarua Cari Kontrakan ketimbang di Pengungsian
BACA JUGA:Dedi Mulyadi: Menguruk Rawa dan Sawah untuk Perumahan Tak Akan Pernah Diizinkan
“Begitu disebut rusun, orang tidak mau. Tapi kalau disebut apartemen, itu soal psikologis, soal martabat,” ujar Dedi dalam acara land clearing di Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Mendengar hal itu, Maruarar akan menyampaikan ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk memperbolehkannya mengganti istilah ‘rusun’ dengan ‘apartemen’.
“Mengenai nama Kang Dedy, nanti saya akan sampaikan usulan Kang Dedy kepada Presiden Republik Indonesia.Ya, mudah-mudahan, biar besok saya akan bertemu di Hambalang dan saya akan sampaikan usulan Kang Dedy.Namanya adalah Apartemen, ya, gitu.Jadi besok saya ingatin tuh ya.Brandnya, brandingnya, namanya,” ungkap Maruarar.
Dedi merespon kembali, dengan kelakar, bahwa kerap ditemukan penyebutan nama tertentu menjadikan produk tersebut lebih mahal.
“Lebih mahal orange juice dari pada jus jeruk,” tukas KDM.
/2025/12/12/590783714.jpg)
/2023/12/17/945751405.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
/2019/10/07/1674202269.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5285271/original/007266900_1752663315-20250716-Inflasi-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)