Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono janji membersihkan makelar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini memotong anggaran gizi lewat jual-beli titik.
Skema insentif mitra juga diubah menjadi Rp 2.000 per porsi, yang sebelumnya dinilai menggerus anggaran.
BACA JUGA:26.385 Dapur MBG Lolos Syarat Operasional
BACA JUGA:1.460 Dapur MBG Baru Diaktifkan untuk Wilayah 3T
Yang tadinya harusnya 2.000 dia dapat untung, dipotong 1.000 orang yang enggak ada peranan apa-apa, ujar Sudaryono, Senin (19/10/2026).
Ia menerangkan bahwa yang dimaksud adalah para yayasan \’calo\’.
Yayasan calo, dia yang bikin yayasan banyak, enggak punya duit, katanya.
Modusnya adalah yayasan yang bekerja sama dengan oknum terdahulu untuk mendapat titik.
Dia suruh orang bangun. Setelah jalan, dia minta Rp 500, dia minta Rp 1.000, ujar dia.
Ia menambahkan, yayasan tersebut tidak mengelola dapur, tidak ikut membangun, bahkan tidak juga menyumbang modal. Hal ini dianggap menurunkan kualitas makanan, sehingga perlu dibasmi tuntas.
Pasti menurunkan kualitas makanan, sehingga saya ingin membersihkan yayasan-yayasan calo, ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan struktur biaya per porsi sebesar Rp 15.000. Rinciannya Rp 10.000 untuk bahan baku, Rp 3.000 untuk personal, dan Rp 2.000 untuk investor. Pola insentif yang lama dipandang bermasalah.
Tiap SPPG Rp 6 juta, mau berapa pun Rp 6 juta, sehingga bisa mengurangi porsi makanan, kata dia.
Dengan demikian, ia menilai skema perlu diganti. Sekarang sudah diputuskan Rp 2.000 per porsi, ujar Zulkifli.
Terkait investor yang sudah membangun dapur yang memakai dana pribadi, Sudaryono menuturkan, pihaknya mengapresiasi. Kami sangat menghargai, kami sangat berterima kasih, ujar dia.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088016/original/044652300_1736442219-Stok_Pupuk_Bersubsidi_di_Gudang_Petrokimia_Gresik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375537/original/049333800_1792153756-Citi_Logo_Ambiance.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)