Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan penggabungan atau merger 23 perusahaan kawasan industri menjadi satu perusahaan induk. Konsolidasi ini ditujukan untuk mempercepat masuknya investasi ke Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan PT Kawasan Industri Indonesia sebagai holding yang akan mengelola 23 kawasan industri.
BACA JUGA:Dividen BUMN Tak Disetor ke Negara, tapi Buat Investasi Danantara
BACA JUGA:Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5 Triliun
BACA JUGA:Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Danantara Pacu Investasi dan Hilirisasi
“Kita ingin mendorong terjadi percepatan investasi untuk masuk ke Indonesia. Kita juga melakukan review kembali bisnis model daripada kawasan industri kita,” kata Dony Oskaria, Kamis (8/10/2026).
Pengumuman merger 23 perusahaan kawasan industri tersebut ditargetkan dilakukan pada 5 November. Nantinya, seluruh kawasan industri tersebut akan berada dalam satu perusahaan industrial estate.
“Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger, diharapkan nanti tanggal 5 November, akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate,” ujar dia.
Konsolidasi tersebut tidak hanya bertujuan menyatukan perusahaan. Danantara juga melakukan peninjauan terhadap model bisnis masing-masing kawasan industri agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengelolaan kawasan industri lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menarik investor.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311979/original/047396200_1785471925-IMG_20260731_112201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)