Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) galangan kapal guna memperkuat kapasitas industri perkapalan nasional, khususnya produksi kapal tangkap bagi nelayan.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses konsolidasi tersebut akan dipimpin oleh perusahaan galangan kapal nasional PT PAL Indonesia dan ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun ini.
BACA JUGA:Strategi Pertamina Capai Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat
BACA JUGA:KS Gandeng Kejagung Perkuat Mitigasi Risiko di Proyek Nasional
BACA JUGA:Bos Jasa Raharja Pastikan Tak Ada Data Ganda saat Daftar Mudik Gratis BUMN 2026
Konsolidasinya saya pastikan bahwa tahun ini selesai, dan mungkin semester satu sudah selesai untuk konsolidasi galangan kapal kita, ujar Dony ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi galangan kapal nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Permintaan terhadap kapal produksi dalam negeri diproyeksikan meningkat seiring fokus pemerintah dalam pemberdayaan sektor nelayan.
Ini akan banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang baru lulus di Teknik Perkapalan dan lain sebagainya, ujar dia.
Dony menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan BUMN untuk memperkuat peran negara dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Selain itu, penguatan industri galangan kapal juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor perikanan dari hulu hingga hilir. Dengan ini, kita mengoptimalkan dan melakukan pembaruan terhadap kemampuan negara kita sendiri dalam mengelola hasil laut kita. Itu akan banyak sekali manfaat ekonominya ke depan, ujar dia.
/2025/12/18/267412546.jpg)
/2023/01/26/1223196991.jpg)
/2025/12/18/787809557.jpg)
/2017/09/13/873422372.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397271/original/031205500_1761804797-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto_dan_Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4513219/original/056786900_1690256825-IMG20230724142903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501645/original/058632000_1770951452-Foto_1b__3_.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369937/original/040260300_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1030889/original/091943700_1445597635-20151023-Penjual-Daging-Sapi-Jakarta3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595487/original/076206600_1696237537-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500839/original/076453000_1770879365-Wakil_Menteri_Keuangan__Suahasil_Nazara-2.jpg)