Jakarta – Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penarikan dana Rp 75 triliun dari perbankan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai langkah korektif dalam penyaluran stimulus fiskal.
Menurutnya, kebijakan ini bukan mencerminkan kekurangan dana, melainkan upaya memperbaiki jalur agar dampaknya lebih terasa ke ekonomi riil.
BACA JUGA:Purbaya Perketat Batas Defisit APBD 2026, Jadi Segini
BACA JUGA:Purbaya Tarik Dana Rp 75 Triliun dari Bank, Ekonom Wanti-Wanti 4 Hal Ini
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun dari Bank Umum, Pengamat: Bukti Kredit Lesu
Saya melihat penarikan Rp 75 triliun sebagai koreksi cara penyaluran dorongan fiskal agar dampaknya lebih terasa ke ekonomi riil, bukan sekadar perubahan posisi kas, kata Josua kepada www.wmhg.org, Selasa (6/1/2026).
Josua menjelaskan, dana yang sebelumnya ditempatkan sebagai simpanan pemerintah di perbankan dinilai belum optimal dalam mempercepat perputaran ekonomi.
Oleh karena itu, pemerintah memilih menarik dana tersebut untuk kemudian dibelanjakan kembali melalui belanja pusat dan daerah, sehingga uang benar-benar mengalir ke aktivitas ekonomi.
Menkeu menyampaikan dana yang ditarik akan dibelanjakan lagi sehingga tetap kembali masuk ke sistem, hanya jalurnya berubah dari simpanan pemerintah di bank menjadi pembayaran belanja pusat dan daerah, jelasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa dorongan fiskal melalui perbankan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan ekonomi. Pemerintah pun mengakui perlunya percepatan dan perapihan kebijakan agar stimulus tidak hanya berhenti sebagai perubahan posisi kas.
Ini memang memberi sinyal bahwa penempatan dana sebelumnya belum seefektif harapan untuk mempercepat putaran ekonomi, karena Menkeu juga mengakui dorongan melalui perbankan tidak seoptimal yang diharapkan akibat cara kebijakan yang belum selaras dan kini dipercepat serta dirapikan, ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)