Jakarta – Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengingatkan, rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan, terutama jika dibandingkan dengan mata uang negara Asia Pasifik lainnya meski Bank Indonesia (BI) telah tahan suku bunga. Tekanan tersebut tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga domestik.
Rupiah itu unik, dipengaruhi faktor global dan domestik. Beberapa hari terakhir, depresiasi rupiah termasuk yang paling dalam di Asia Pasifik,” ungkapnya saat konferensi pers, secara daring, Jumat (20/2/2026).
BACA JUGA:Rupiah Dibayangi Sentimen Geopolitik hingga Tarif Dagang, Begini Prediksi Pekan Depan
BACA JUGA:Tarif Resiprokal AS-RI Resmi Diteken, Rupiah Menguat Tipis
BACA JUGA:Tarif Dagang Indonesia-AS Jadi 19% Beri Kepastian, Rupiah Berpotensi Menguat
Menurut Faisal, perbaikan kondisi global dapat membantu rupiah menguat. Namun, penguatan yang berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada BI. Mengingat, BI mengambil keputusan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75%.
Menjaga rupiah bukan hanya tugas BI. Pemerintah juga berperan lewat stabilitas politik, komunikasi kebijakan, hingga perbaikan outlook ekonomi yang sempat negatif,” jelasnya.
Ia menilai, jika risiko domestik dapat ditekan dan sentimen investor membaik, maka risk premium aset Indonesia akan turun. Hal ini akan membantu menahan tekanan terhadap rupiah dan mendukung iklim investasi ke depan.
“Kalau risk sentiment membaik, peluang rupiah untuk menguat juga terbuka. Itu penting untuk menjaga outlook kredit dan investasi di 2026 tetap positif,” pungkas Faisal.
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)