Jakarta – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat warga Balikpapan, Kalimantan Timur kesulitan melihat jarak jauh, mengalami batuk berkepanjangan, dan menghadapi gangguan perjalanan udara. Di Tarakan, Kalimantan Utara dampak asap juga memengaruhi kegiatan belajar anak sekolah yang harus menjalani pembelajaran dari rumah serta mengganggu jadwal penerbangan.
Warga Balikpapan, Paul (34) menggambarkan asap yang menyelimuti kota hingga kawasan pantai membuat jarak pandang memburuk. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan hujan, melainkan asap yang masih tebal, termasuk di kawasan yang menurut dia terdampak kebakaran lahan di sekitar jalan tol Balikpapan-Samarinda.
BACA JUGA:Cerita Warga di Tengah Kepungan Asap Kebakaran Hutan
BACA JUGA:Laporan BNPB, Kebakaran Hutan hingga Banjir Melanda Indonesia
“Di pantai jarak pandang kacau, bukan hujan, ya ini asap,” kata Paul sembari menunjukkan foto selimut asap, kepada www.wmhg.org, Selasa (13/10/2026).
Menurut Paul, warga masih bisa menggunakan mobil dan sepeda motor untuk beraktivitas di jalan darat. Namun, ia menilai gangguan lebih terasa pada perjalanan udara dan kapal yang hendak bersandar karena jarak pandang yang terbatas.
Di balik aktivitas kota yang masih berjalan, Paul mengaku menghadapi gangguan kesehatan yang belum kunjung reda. Ia mengatakan batuknya terus berlanjut meski sudah mengonsumsi obat dari dokter, sementara asap masih tebal.
“Batuk yang enggak selesai-selesai. Soalnya obat dari dokter percuma, enggak ngefek. Asapnya masih tebal,” ujarnya.
Paul juga menilai kondisi udara sudah sangat buruk berdasarkan pengamatannya. Namun, ia tidak menyertakan hasil pengukuran kualitas udara untuk mendukung penilaian tersebut.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2022/08/03/621099765.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376696/original/038581900_1760013705-IMG_7696.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369421/original/043306800_1791522749-email-attachment_2026_10_09_immanuel-christian_defisit-apbn-rp-319-triliun-menkeu-waspadai-lonjakan-harga-minyak-dan-risiko-global_IMG_7644.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383851/original/077849900_1680667414-20230405-Sidang-Donald-Trump-AP-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365436/original/082248100_1791178088-IMG20261005090616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372075/original/023571000_1791866859-13_Oktober_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372077/original/030644000_1791867251-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_09.42.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372151/original/039119100_1791869318-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_09.22.44.jpeg)