Jakarta – Pemerintah menargetkan penerimaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) Rp 1,7 triliun pada 2027. Hal ini dengan penerapan yang ditargetkan mulai semester II 2027 setelah penyelesaian aturan pelaksanaannya.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen Bea Cukai) Djaka Budhi Utama mengatakan, ketentuan cukai MBDK telah tercantum dalam Undang-Undang APBN 2027, tetapi pemerintah masih membahas besaran tarif dan mekanisme pemungutannya.
BACA JUGA:Bea Cukai Menilai Larangan Bahan Tambahan Rokok Perlu Dikaji, Ini Alasannya
BACA JUGA:Thailand Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik
BACA JUGA:Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru dan Kenaikan Tarif
Untuk pemberlakuannya, kita sedang melengkapi aturan-aturannya dan mudah-mudahan bisa diterapkan di semester ke-2 tahun 2027,” ujar Djaka dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
Djaka mengatakan, pemerintah masih membahas besaran tarif cukai bersama Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF). Pemerintah belum menetapkan besaran pungutan berdasarkan kandungan gula dalam minuman berpemanis tersebut.
Besaran tarifnya mungkin kita dengan DJSEF masih membicarakan berapa besarannya, sehingga belum tahu berapa kandungan yang akan dipungut ataupun yang dipungut untuk kandungan gulanya, kata Djaka.
Pemerintah menargetkan penerimaan cukai MBDK sebesar Rp 1,7 triliun dalam APBN 2027, sedangkan waktu penerapannya masih bergantung pada penyelesaian aturan teknis dan penetapan tarif.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/10/07/708676760.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494434/original/017122500_1770289311-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung-5_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311632/original/008964700_1785413345-gi6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)