Jakarta – China mencatatkan surplus perdagangan terbesar di dunia pada 2025. Seiring surplus tersebut, China menentang tekanan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan meningkatkan ekspor ke pasar global lainnya.
Mengutip CNN, Rabu (14/1/2026), surplus perdagangan yang sangat besar mencapai rekor USD 1,2 triliun atau Rp 20.232 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860). Surplus tersebut naik 20% dari 2024 dengan perusahaan-perusahaan China meningkatkan pergeseran dari konsumen AS ke pasar negara berkembang di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Latin.
BACA JUGA:Rebutan Greenland: Ambisi Donald Trump, Ancaman NATO, dan Incaran Mineral Langka di Arktik
BACA JUGA:4 WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Menlu Sugiono Koordinasi dengan China
BACA JUGA:Huawei Maextro S800 Sukses Asapi Porsche hingga Maybach
Namun, sementara ketahanan China menghadapi perang dagang Presiden AS Donald Trump akan dianggap sebagai kemenangan secara global. Surplus itu berisiko semakin memperparah ketegangan perdagangan di antara negara-negara yang khawatir kewalahan impor China yang berbiaya rendah.
Perdagangan China dengan Amerika Serikat secara historis merupakan pasar ekspor tunggal terbesar China turun 16,9% dalam 11 bulan, berdasarkan data.
Pejabat China telah mengungkapkan perdagangan yang kuat sebagai tanda ketahanan negara itu, bahkan dengan ekspor ke AS yang turun tajam. Hal ini seiring dua ekonomi terbesar di dunia itu terlibat dalam konfrontasi perdagangan timbal balik sepanjang 2025.
Ekspor barang-barang berteknologi tinggi, kategori yang mencakup peralatan mesin kelas atas dan robot industri naik 13% dari tahun ke tahun. Sedangkan ekspor kendaraan listrik, baterai lithium, dan produk fotovoltaik seperti panel surya bertambah 27%.
“China terus maju menghadapi lingkungan eksternal yang kompleks dan menantang,” ujar Deputy Administrator of the Customs Bureau, Wang Jun dikutip dari CNN.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4273944/original/039378600_1672126329-WhatsApp_Image_2022-12-27_at_2.30.32_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4977955/original/029448300_1729683087-Screenshot_2024-10-23_183027.jpg)

/2024/05/05/1407961340.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)