Jakarta – Bank sentral China membeli emas selama 23 bulan berturut-turut, dan mencetak rekor impor emas terbanyak sepanjang sejarah. Langkah China dinilai untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS, serta minimnya alternatif aset bagi warga China.
Analis berpendapat permintaan emas akan kembali berlanjut saat ekonomi negara tersebut goyah. China telah membeli emas berturut-turut sejak setidaknya 2015.
BACA JUGA:5 Miliarder Asia Memimpin Penurunan Kekayaan Terbesar, Ada Indonesia?
BACA JUGA:Tak Tega Liat Karyawan Kedinginan, Bos di China Hadiahi Pekerja Mobil BMW
BACA JUGA:Gandeng Raksasa China, Tiran Nusantara Amankan Investasi Rp 10 Triliun
Melansir CNBC, Senin (12/10/2026), Data State Administration of Foreign Exchange menunjukkan, People’s Bank of China menambahkan sekitar 23 ton pada September, pembelian bulanan terbesarnya selama hampir tiga tahun.
Warga dan perusahaan China beralih ke emas sebagai lindung nilai. Negara tersebut menghabiskan rekor dana US$ 158,8 miliar, atau Rp 2.842 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.900) untuk mengimpor lebih dari 1.000 ton di delapan bulan pertama 2026, menurut data bea cukai. Jumlah ini melebihi US$ 96,5 miliar (Rp 1.727 triliun) dan 886 ton yang diimpor selama 2025.
Kepala Strategi Emas State Street Investment Management, Aakash Doshi, mengatakan impor emas untuk konsumsi di China mencapai rekor tertinggi dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Melonjaknya selisih harga di pasar domestik Tiongkok menandakan permintaan musiman musim dingin yang lebih kuat, ujar dia.
Akumulasi pembelian logam mulia ini terhitung saat harga emas merosot. Harganya turun lebih dari 8% pada bulan September menjadi sekitar US$ 4.176 (Rp 74,7 juta) per ons, setelah pada bulan Januari mencapai rekor tertinggi di atas US$ 5.500 (Rp 98,4 juta).
Doshi memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.750 (Rp 85 juta) hingga US$ 5.500 (Rp 98,4 juta) per troy ounce pada akhir kuartal pertama tahun 2027, didorong oleh minat tinggi.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371699/original/092351200_1791800032-3b516913-3fbe-434d-88d6-536053a381c6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371763/original/058191200_1791804997-AP26285359949659.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)