Jakarta – Perusahaan teknologi pembayaran yang berkantor pusat di London, Paysend, hanya memberikan akses perangkat kecerdasan buatan (AI) kepada karyawan melalui pembuktian kinerja.
CEO Ben Chisell mengungkapkan kepada CNBC, ia adalah sosok yang “sangat sinis” terhadap berbagai gembar-gembor seputar teknologi ini, meskipun ia tetap mengakui nilai yang bisa diperoleh dari AI.
BACA JUGA:CEO KLY Media Dian Gemiano: Di Era AI, Kepercayaan Pembaca Jadi Kunci
BACA JUGA:Netflix Bakal PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022
BACA JUGA:Anthropic Bakal IPO di Tengah Ketidakpastian Pasar
Chisell, yang sebelumnya pernah bekerja di Amazon, eBay, dan Starling Bank, memperkirakan Paysend kini mampu menghasilkan sekitar 25% lebih banyak pekerjaan teknis dengan jumlah tim yang sama. Namun, ia berpendapat mendapatkan hasil yang optimal tidak sesederhana sekadar memberikan teknologi terkini kepada setiap karyawan.
Sebaliknya, ia membatasi akses ke perangkat AI hanya bagi karyawan dengan kinerja terbaik sering kali setelah mereka membuktikan kemampuan mereka dalam memanfaatkan perangkat tersebut. Menurut dia, jika jatuh ke tangan yang salah, AI justru dapat memperburuk kebiasaan buruk, seperti kemalasan atau pengambilan keputusan yang keliru.
Prinsip utamanya adalah tidak terjebak dalam fenomena FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan tren), melainkan tetap fokus pada penyelesaian masalah pelanggan.
“Saya sadar pendekatan ini mungkin terdengar kurang menarik atau tidak ‘keren’ di tengah tren teknologi yang sedang ramai dibicarakan, tetapi menurut saya, pendekatan ini sangatlah penting,” kata Chisell, mengutip CNBC, Senin, (19/10/2026).
Penerapan AI di seluruh perusahaan
Tekanan untuk membuktikan nilai dari AI kini semakin meningkat mulai dari sektor hukum, rekayasa perangkat lunak, hingga keuangan. Banyak perusahaan merespons hal ini dengan memberikan akses teknologi tersebut kepada sebanyak mungkin karyawan.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372554/original/041295500_1791882935-1260546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375537/original/049333800_1792153756-Citi_Logo_Ambiance.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)