Jakarta – Perum Bulog menargetkan ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) minimal Rp 2 ton di setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat rantai distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, Bulog akan memenuhi kebutuhan beras SPHP di setiap koperasi berdasarkan pesanan resmi (purchase order/PO) dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
BACA JUGA:Serap 4,11 Juta Ton Beras, Bulog Pecahkan Rekor Pengadaan Cadangan Beras Nasional
BACA JUGA:Harga Beras Premium Naik, BULOG Targetkan Produksi 300 Ribu Ton hingga Akhir 2026
BACA JUGA:Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Perum Bulog Tembus 4,1 Juta Ton
Untuk masing-masing KDKMP, harapannya setiap KDKMP nanti stoknya itu minimal 2 ton. Nah, kalau kami, intinya Bulog, ngikutin sesuai dengan permintaan atau PO dari Agrinas Pangan, ujar Rizal usai Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menegaskan Bulog tak membatasi volume pasokan selama sesuai pesanan yang diajukan. Dengan begitu, jumlah beras yang dikirim ke tiap koperasi dipastikan fleksibel mengikuti permintaan.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.250 KDKMP telah masuk dalam daftar pemesanan beras SPHP melalui Agrinas. Bulog memastikan stok beras telah disiagakan untuk segera didistribusikan.
Menurut Rizal, pengisian stok di tingkat koperasi bakal mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan beras SPHP dengan harga terjangkau.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373397/original/049221400_1791964676-WPP_Media_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)