Jakarta – Pemerintah menyiapkan beberapa kebijakan stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk mendukung pelindungan daya beli masyarakat. Salah satunya di sektor ketenagakerjaan dengan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BSU Ketenagakerjaan sebesar Rp 300 ribu per bulan pada kuartal IV 2026.
Pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan ekonomi berjalan inkslusif dengan memperkuat proteksi sosial sekaligus mendorong produktivitas sektor riil. Berbagai program lanjutan untuk kuartal IV 2026 dan 2027 dirancang terukur untuk menjaga daya beli, memperkuat daya saing pekerja, serta menopang keberlanjutan dunia usaha,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, mengutip Antara, Kamis (8/10/2026).
BACA JUGA:Ini Link Cek BSU 2026, Subsidi bagi 13,3 Juta Pekerja
BACA JUGA:Paket Kebijakan Ekonomi 2027, Dari BSU hingga Insentif Rumah
BACA JUGA:BSU 2026 Cair Rp 900.000 Sekaligus, Kapan Dibayar dan Siapa yang Dapat?
Salah satu insentif yang diberikan yakni BSU Ketenagakerjaan sebesar Rp 300.000 per bulan kepada pekerja pada kuartal IV 2026. Bantuan itu akan diberikan satu kali untuk tiga bulan ke depan bagi 13,3 juta pekerja.
Pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah. Di mana bantuan subsidi upah ini diberikan satu kali untuk 3 bulan dan per bulannya sebesar Rp 300 ribu, tutur Menteri Koordintor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu, 30 September 2026, dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.
Airlangga menuturkan, bantuan subsidi upah akan disalurkan kepada 13,3 juta pekerja. Adapun anggaran yang disiapkan pemerintah untuk bantuan tersebut sebesar Rp 12 triliun.
Ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja dan ini kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp 12 triliun, ujar dia.
Akan tetapi, belum diketahui secara lengkap jadwal pencairan, status kepesertaan dan kriteria penerima BSU 2026.
Namun, bila melihat penyaluran BSU 2025,pekerja dapat memverifikasi status kepesertaan melalui beberapa kanal resmi yang disediakan pemerintah.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290453/original/092924400_1783481922-agustin-pimentel-tkKAhQgQWp8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)