Jakarta – Setiap orang memiliki tujuan finansial yang berbeda. Ada yang sedang menyiapkan dana untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan, membangun aset untuk jangka panjang, atau mulai menyisihkan sebagian penghasilan agar dapat berkembang melalui investasi.
Karena tujuannya berbeda, cara menyiapkannya pun tidak selalu sama. Memilih investasi idealnya tidak hanya didasarkan pada instrumen yang sedang populer atau menawarkan potensi imbal hasil menarik.
BACA JUGA:Batavia Rilis Reksa Dana Syariah Saham Tambang Emas, Segini Minimal Investasi
BACA JUGA:HSBC Indonesia Luncurkan Reksa Dana Syariah Berbasis Emas, Minimal Investasi US$ 10.000
BACA JUGA:Raup Rp 48,8 Triliun, Sucor AM Gaet 900 Ribu Investor
Jangka waktu, kebutuhan likuiditas, hingga kemampuan menghadapi fluktuasi juga perlu menjadi pertimbangan.
Di sisi lain, akses masyarakat terhadap investasi kini semakin luas. Dikutip dari siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (7/9/2026), jumlah investor pasar modal domestik tercatat mencapai 31,14 juta investor.
Kemudahan akses tersebut membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan finansial. Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana yang kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi BRImo.
Mengapa reksa dana bisa menjadi bagian dari perjalanan investasi?
Secara sederhana, reksa dana merupakan wadah yang menghimpun dana investor untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
Artinya, investor tidak perlu mengelola satu per satu aset yang berada di dalam portofolio. Pengelolaan aset dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan kebijakan dan strategi dari masing-masing produk reksa dana.
Meski demikian, reksa dana bukanlah satu jenis investasi dengan karakteristik yang sama. Ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Perbedaan komposisi aset di dalamnya membuat masing-masing produk memiliki karakteristik risiko dan potensi fluktuasi yang berbeda.
Oleh karena itu, pilihan reksa dana tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap investor. Pasalnya, produk yang sesuai bagi satu orang belum tentu tepat bagi investor lain.
Pada layanan reksa dana BRI, perseroan bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana. Dengan demikian, reksa dana bukan merupakan produk bank. Pengelolaan portofolio tetap dilakukan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kebijakan investasi masing-masing produk.
Kemudahan akses tetap perlu diimbangi pemahaman produk
Semakin luasnya layanan investasi digital membuat masyarakat kini dapat mempelajari hingga membeli produk reksa dana dengan lebih praktis.
Dalam Peraturan OJK Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penilaian Reksa Dana dan Penilaian Manajer Investasi, OJK menyebut perkembangan jumlah investor reksa dana turut didukung digitalisasi pemasaran dan penjualan reksa dana secara daring.
Namun, kemudahan bertransaksi tetap perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.
Pada regulasi yang sama, OJK juga mengingatkan bahwa keputusan investasi tidak semestinya hanya didasarkan pada imbal hasil yang diharapkan. Risiko dan karakteristik produk juga perlu menjadi perhatian.
Salah satu caranya adalah dengan mempelajari prospektus serta fund fact sheet sebelum membeli reksa dana. Melalui dokumen ini, investor dapat memahami kebijakan investasi, komposisi aset, hingga perkembangan kinerja produk.
Informasi mengenai kinerja historis pun sebaiknya digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan, bukan sebagai jaminan bahwa hasil serupa akan kembali diperoleh pada masa mendatang.
/2026/06/12/1839110886.jpg)
/2026/05/20/925240858.jpg)
/2026/06/12/61102049.jpg)
/2024/10/15/704824169.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354743/original/043043400_1790061615-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_14.16.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5295455/original/017936600_1753443100-1000438797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367243/original/002068700_1791340884-Menteri_Ketenagakerjaan__Yassierli_di_Gedung_DPR-7_Oktober_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4151488/original/074403800_1662635692-Kenaikan-Harga-Beras-Imbas-BBM-Iqbal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3950243/original/090266900_1646204114-20220302-Pengusaha-minta-penundaan-kebijakan-zero-odol-ANGGA-1.jpg)