Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi terdampak bencana hidrometeorologi mengalami lonjakan inflasi pada Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menyebut Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali mencatat inflasi setelah pada November 2025 sempat mengalami deflasi.
BACA JUGA:Tingkat Hunian Hotel Bintang Naik Jadi 53,89% pada November 2025, BPS Catat Perbaikan Okupansi
BACA JUGA:Warga Indonesia Jalan-jalan ke Luar Negeri Naik 9,56% di November 2025
BACA JUGA:Jumlah Wisatawan Mancanegara Turun di November 2025, BPS Ungkap Penyebabnya
Tinjauan khusus inflasi di wilayah bencana hidrometeorologi Yang Pertama, untuk provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ini mengalami inflasi di Desember setelah sebelumnya deflasi di November 2025, kata Pudji dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1/2026).
Menurut Pudji, ketiga provinsi tersebut masuk dalam kelompok wilayah dengan tingkat inflasi relatif tinggi secara nasional. Kondisi ini terjadi seiring dampak lanjutan bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025 dan memicu gangguan distribusi serta pasokan sejumlah komoditas penting.
Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tinggi. Penyebab terjadinya inflasi di tiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang disebabkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025, jelasnya.
BPS mencatat, secara umum kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di wilayah terdampak bencana. Gangguan produksi dan distribusi akibat cuaca ekstrem membuat pasokan sejumlah bahan pangan menipis, sehingga mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
Di Provinsi Aceh, inflasi terutama dipicu oleh lonjakan harga beras. Komoditas pangan pokok ini mengalami kenaikan signifikan seiring terhambatnya distribusi dari daerah sentra produksi akibat banjir dan cuaca buruk.
Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi di wilayah tersebut, seperti di Aceh yang utamanya didorong oleh kenaikan harga beras, ujarnya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/07/739346899.jpg)
/2022/01/30/1813839003.jpg)
/2025/10/17/669022889.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460862/original/087264900_1767325360-001735400_1765425683-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4828239/original/041698300_1715360376-Wisatawan_di_Bagian_Utara_Museum_Sejarah_Jakarta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466256/original/080811800_1767840920-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_09.38.37.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3501844/original/089105700_1625531725-AP21187006471870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)