Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie melihat angin segar pulihnya industri tekstil nasional. Dia menyambut baik rencana pemberian insentif dari pemerintah ke sektor tersebut.
Pemerintah menyiapkan insentif diantaranya rencana pembebasan pajak (tax holiday), serta pemberian kredit usaha ke pelaku industri. Anindya mengatakan, hal tersebut bisa mendukung perkembangan industri tekstil nasional.
BACA JUGA:Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
BACA JUGA:BI Rate Ditahan 5,75%, Pengusaha Lirik Peluang Ekspansi
BACA JUGA:Revisi UU KADIN Disorot, Anindya Bakrie Ingin UMKM Naik Kelas
Kita ketahui industri tekstil itu sangat padat modal, padat biaya juga, sehingga pemerintah ingin memastikan bahwa bukan saja terus bertahan, tapi juga bisa berkembang, ungkap Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Jadi kami mendukung dengan adanya insentif-insentif tersebut dan juga mendukung fakta bahwa Danantara juga apa ikut mengambil peran untuk membantu industri tekstil ini, dia menambahkan.
Dia melihat langkah tersebut bisa memperkuat produk tekstil RI di pasar global. Apalagi mengingat tekstil, garmen, hingga alas kaki merupakan produk andalan ekspor RI ke pasar dunia.
Dan ingat, tekstil, garmen, alat apa sepatu, itu merupakan apa komoditas ataupun barang yang diekspor terbesar ke Amerika dan saya yakin juga nanti ke Eropa, jelas dia.
Industri Tekstil Masih Berkembang
Anindya menyampaikan, industri tekstil saat inu masih memiliki ruang untuk berkembang kedepannya. Namun, strategi untuk mendorong hal tersebut perlu diracik.
Tekstil itu merupakan suatu industri yang ke depannya tetap mesti ditekuni. Karena bagaimanapun juga industri ini terus berkembang, ucap dia.
Hanya saja kita mesti pandai memikirkan di dalam rantai pasoknya di mana kita ingin bermain, dan yang kedua, tentu dengan modernisasi ini, apalagi dengan AI, robotik, nah ini bagaimana kira-kira industri tekstil itu (berkembang), ia menambahkan.
/2026/03/03/211359048.jpg)
/2026/06/02/1238642235.jpg)
/2024/02/28/568105007.jpg)
/2026/06/02/1298124770.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357258/original/082951000_1790238985-IMF.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356062/original/039340300_1790152023-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_15.24.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355718/original/082858700_1790140478-1000451358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349514/original/042048300_1789531576-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_05_46_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333297/original/017190300_1787741573-gb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262476/original/001738200_1671104508-variant-static-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356777/original/050354700_1790220721-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.21.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5087150/original/087110300_1736405907-1736398155492_perbedaan-pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi.jpg)