Jakarta – Rata-rata bonus karyawan di wall street naik hingga sentuh rekor USD 246.900 atau Rp 4,19 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.980) di tengah lonjakan keuntungan. Demikian disampaikan pengawas keuangan bagian New York, AS pada Kamis, 26 Maret 2026.
Mengutip laman AP, ditulis Minggu (29/3/2026), rata-rata bonus naik 6% atau hampir USD 15.000 (Rp 254,62 juta) dari tahun sebelumnya. Total bonus wall street mencapai rekor USD 49,2 miliar atau Rp 835,17 triliun pada 2025, naik 9%. Hal itu berdasarkan perkiraan tahunan Pengawas Keuangan Thomas DiNapoli mengenai bonus yang dibayarkan kepada karyawan industri sekuritas yang bekerja di New York.
BACA JUGA:8 Usaha Tambahan Malam Hari untuk Karyawan Sibuk, Jadi Tambahan untuk Pejuang UMR
BACA JUGA:7 Peluang Usaha Ternak yang Bisa Dijalankan sebagai Usaha Sampingan Karyawan
BACA JUGA:Lawan Arus Efisiensi, OpenAI akan Rekrut 8.000 Karyawan pada 2026
BACA JUGA:Cara Menghitung Zakat Mal secara Praktis untuk Karyawan dan UMKM
BACA JUGA:7 Ide Acara Halal Bil Halal di Kantor, Ciptakan Momen Seru dan Berkesan
DiNapoli, seorang Demokrat menuturkan, kenaikan bonus itu mencerminkan kenaikan lebih dari 30% dalam keuntungan wall street tahun lalu.
“Wall street menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang tahun lalu, terlepas dari semua gejolak domestik dan internasional yang sedang berlangsung,” ujar DiNapoli.
Meskipun terjadi beberapa penurunan historis di Wall Street karena kekhawatiran tentang berbagai hal, mulai dari tarif Presiden Donald Trump hingga suku bunga dan kemungkinan gelembung dalam teknologi kecerdasan buatan, 2025 merupakan tahun yang baik bagi siapa pun yang memiliki ketahanan untuk bertahan melewati fluktuasi tersebut.
Dana indeks S&P 500, yang menjadi inti dari banyak rekening 401(k) para penabung, menghasilkan pengembalian hampir 18% pada 2025 dan mencapai rekor tertinggi pada 24 Desember. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut dengan pengembalian yang besar.
Direktur pelaksana di perusahaan konsultan kompensasi Johnson Associates, Chris Connors mengatakan, perkiraan bonus tersebut bukanlah kejutan, mengingat tren di Wall Street.
“Saya pikir 2025 adalah tahun yang hebat, mungkin tahun terbaik sejak 2021 untuk banyak perusahaan di Wall Street. Perdagangan, khususnya, mengalami tahun yang luar biasa,” kata Connors.

/2024/03/03/1059739962.jpg)
/2025/04/03/680313798.jpg)
/2025/12/19/2033941622.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540556/original/068892200_1774764558-Depositphotos_394420514_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535731/original/078512200_1774100471-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-21_Maret_2026b.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)