Jakarta – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan, mengarahkan agar 6,7 juta data Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar menjadi arsip kepegawaian, tetapi harus dimanfaatkan untuk menemukan, memetakan, dan mengembangkan talenta terbaik ASN.Â
Menurutnya, transformasi pengelolaan ASN harus dimulai dari satu hal mendasar, yaitu data yang lengkap, terintegrasi, dan dapat dibaca untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan.
BACA JUGA:Tak Semua ASN Boleh WFH, Pramono Ungkap Alasannya
BACA JUGA:35 PNS Bermasalah Kena Sanksi, Ini Pelanggaran Terbanyak
Untuk itu, BKN sudah menyiapkan ekosistem digital yang memungkinkan jutaan data tersebut dimanfaatkan secara lebih optimal dengan dukungan kecerdasan AI, yakni melalui platform berbagi pakai bersama seluruh instansi – ASN Digital, sebagai satu sistem layanan bagi 6,7 juta ASN.
Termasuk layanan lemari digital yang menyimpan berbagai dokumen kepegawaian, mulai dari riwayat pendidikan hingga dokumen jabatan.
“Data di lemari digital ini bisa dibaca oleh AI. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang dimiliki oleh setiap ASN. Data tersebut kemudian menjadi fondasi untuk membangun manajemen talenta yang lebih presisi. BKN dapat memanfaatkan informasi mengenai kompetensi, pengalaman, pendidikan, hingga potensi ASN untuk menentukan arah pengembangan karier dan kebutuhan organisasi, ungkap dia, Rabu (19/8/2026).
Tahun ini, BKN menargetkan 600.000 ASN menjalani pengukuran yang hasilnya akan diintegrasikan ke dalam ASN Digital. Hasil pengukuran tersebut akan menunjukkan posisi ASN dalam talent box.
Hal ini sejalan dengan upaya BKN yang menargetkan agar manajemen talenta tidak lagi sekadar menjadi konsep, tetapi dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai posisi, potensi, dan perkembangan setiap talenta ASN.

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329286/original/019071900_1787235033-ea144ac0-5c66-423d-aa9c-ec78181bd05b__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)