Jakarta – Ahli Transportasi sekaligus Profesor Perencanaan Urban & Regional Universitas Diponegoro, Bambang Susantono, menilai beban biaya transportasi yang ditanggung masyarakat perkotaan saat ini masih tergolong tinggi dan berpotensi mengganggu keberlanjutan kehidupan kota.
Dia menilai, mobilitas merupakan kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga kegiatan sosial.
BACA JUGA:Hadapi 2026, Pemerintah Diminta Tekan Ongkos Transportasi Umum
Bambang menjelaskan setiap individu memiliki kebutuhan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain sebagai bagian dari kehidupan ekonomi dan sosial. Dalam konteks tersebut, transportasi seharusnya mampu menjamin keselamatan, keamanan, keandalan, serta keterjangkauan, sebelum berbicara soal kenyamanan.
Dalam pergerakan itu kita menuntut adanya keselamatan, keamanan, keandalan, keterjangkauan, dan terakhir baru bicara kenyamanan, ujarnya dalam acara Catatan Transportasi Awal Tahun 2026, Kamis (8/1/2026).
Ia menekankan, persoalan utama yang masih dihadapi kota-kota di Indonesia adalah besarnya porsi pengeluaran masyarakat untuk transportasi. Angka tersebut dinilai telah melampaui batas ideal yang lazim digunakan sebagai acuan perencanaan kota.
Di tahun-tahun 2025 kita masih melihat beban angkutan umum terhadap pengeluaran masyarakat itu sekitar 15 sampai 20 persen, bahkan aslinya bisa mencapai 30 persen,” kata Bambang.
Dia menilai, secara umum batas pengeluaran transportasi yang dianggap sehat berada di kisaran maksimal 10 persen dari total pendapatan. Namun realitas menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat harus mengalokasikan porsi yang jauh lebih besar, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan ekonomi perkotaan.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
/2025/04/21/1234404100.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4202790/original/066345600_1666676688-ASN_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446005/original/088102100_1765870455-2578__1_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469835/original/056109300_1768187316-26db77e2-e2e7-483a-8a0d-ce3f0e6c9ee1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469177/original/055054500_1768089089-1000025997.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308849/original/044013300_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)