Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus menjaga stabilitas rupiah dengan menyeimbangkan pasokan dan permintaan (supply-demand) valuta asing (valas). Strategi ini dijalankan lewat kombinasi intervensi pasar spot, DNDF, NDF, insentif hedging, Local Currency Transaction (LCT), hingga Vastra.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa BI memakai pasar spot untuk kebutuhan valas yang mendesak. Sementara itu, kebutuhan jangka panjang diarahkan menggunakan instrumen lindung nilai (hedging).
BACA JUGA:Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed, BI Perkuat Insentif Lindung Nilai Rupiah
BACA JUGA:Bukan Melarang, Ini Alasan BI Batasi Pembelian Dolar AS
Kalau ada kebutuhannya yang sifatnya sangat segera, tidak bisa ditunda, kita respons dengan instrumen spot. Tapi seandainya ada kebutuhan-kebutuhan yang bisa ditunda karena kebutuhannya tidak sifatnya spot, kita respons dengan instrumen DNDF, kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Rabu (30/9/2026).
Guna memperkuat fungsi hedging, BI menaikkan insentif swap untuk tenor 3 bulan menjadi 15%, 6 bulan menjadi 20%, dan 12 bulan menjadi 25% (dari sebelumnya seragam 12,5%). Selain itu, insentif DNDF juga dinaikkan menjadi 25% untuk tenor 6 bulan dan 30% untuk tenor 12 bulan (dari sebelumnya 15%).
Skema baru ini membuat besaran insentif DNDF lebih tinggi dibanding swap pada tenor yang sama. BI sengaja merancang hal ini agar investor asing terdorong menjual valas di pasar spot dan mengamankan risiko nilai tukar aset rupiahnya menggunakan DNDF.
Untuk tenor yang sama, insentif DNDF itu lebih besar. Ini ada insentif kebijakannya, yaitu kita mendorong investor global yang masuk ke pasar domestik kita, mereka jual spot-nya dan kemudian cover risiko nilai tukarnya dengan DNDF, ujar Erwin.
/2024/02/23/546826591.jpg)
/2025/10/12/1852967657.jpg)
/2023/06/13/393498499.jpg)
/2025/09/05/1983514634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2916544/original/089328000_1568906453-jambi3.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762384/original/053556300_1709622762-fotor-ai-20240305141019.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349118/original/075313800_1789473268-DIK09246.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4679185/original/066063600_1702030225-WhatsApp_Image_2023-12-08_at_16.38.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477889/original/005926300_1687477254-panoramic-shot-oil-rigs-sea-with-beautiful-sunset.jpg)