Jakarta – Perum Bulog tidak akan berhenti sebatas ekspor beras untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Nantinya, beras Bulog akan dijual di dua toko ritel moderen terbesar di Arab Saudi.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, ekspor kebutuhan jemaah haji jadi tahap awal. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan ekspor kebutuhan jemaah umrah, dan segera masuk ke pasar ritel moderen bagi masyarakat di Arab Saudi.
BACA JUGA:Apindo Nilai Kesepakatan Tarif RI-AS Lindungi Industri Padat Karya dan Ekspor Nasional
BACA JUGA:Bulog Mulai Ekspor Beras Premium ke Arab Akhir Pekan Ini, Nilainya Fantastis!
BACA JUGA:Sektor Saham yang Kena Imbas dan Diuntungkan Setelah Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
Kemarin kami sudah survei ke Saudi, ketemu dengan para importir dan para pengusaha di sana, bahwa peluang untuk beras Indonesia itu sangat besar di Saudi Arabia, kata Rizal, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dia mencatat, ada 2 juta orang jemaah umrah asal Indonesia setiap tahunnya. Belum lagi, banyak orang asli Indonesia yang bekerja dan menetap di Arab Saudi yang juga jadi peluang bagi ber Bulog.
Oleh karena itu banyak pengusaha-pengusaha sana yang tertarik untuk setelah nanti ada ekspor beras haji, akan dilanjutkan dengan ekspor beras umroh dan untuk masyarakat yang ada di Saudi Arabia, ungkapnya.
Rizal bilang, beras premium Bulog akan dipasok ke dua jaringan ritel besar di Arab, yakni Bin Dawood dan LuLu Hypermarket. Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji, ujar dia.
Bulog Ekspor Beras ke Arab Saudi Pekan Ini
Sebelumnya, Perum Bulog akan mulai mengurim beras premium ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026. Ekspor beras ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5203982/original/041738600_1745988471-30_april_2025-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)