Jakarta – Anggapan di masyarakat bahwa membeli bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari menghasilkan isian lebih sedikit dibanding malam hari kerap menimbulkan keresahan.
Merespons hal itu, Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan bahwa secara ilmiah anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, hanya saja efeknya tidak signifikan.
BACA JUGA:Pertamina Kalahkan 56 Perusahaan Migas Dunia Soal Skor ESG
BACA JUGA:Penyaluran BBM Solar ke Wilayah Aceh Naik 20%
BACA JUGA:Penjualan LPG Lompat 10% Selama Natal dan Tahun Baru, BBM Naik 0,9%
“Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari,” jelas Dr Leopold, dikutip Rabu (7/1/2026).
Dalam kajian fisika, Dr Leopold menerangkan bahwa BBM seperti bensin dan solar akan mengalami pemuaian ketika suhu meningkat. Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap.
“Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa besarnya pemuaian dapat diperkirakan melalui koefisien muai volumetrik. Untuk bensin, koefisiennya berada pada kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar sekitar 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.
Sistem penjualan BBM saat ini berbasis volume, bukan massa, sehingga secara teoritis suhu memang dapat memengaruhi volume yang diterima konsumen.
Pada rantai pasok di hulu, volume BBM umumnya telah dikoreksi ke suhu standar 15°C. Namun, pada bagian hilir atau tingkat konsumen, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban. Akibatnya, pada volume yang sama dapat terjadi perbedaan massa dan kandungan energi jika suhu BBM berbeda.
Karena tangki BBM dirancang dengan insulasi tertentu, efek suhu lingkungan tidak terlalu besar, sehingga beda suhu BBM siang dan malam hari juga tidak terlalu besar.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
/2025/09/18/1600673805.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269032/original/049955100_1671678698-Bauksit.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3233958/original/005284500_1599717943-20200910-Jakarta-Tarik-Rem-Darurat_-Ganjil-Genap-Ditiadakan-dan-Transportasi-Umum-Dibatasi-3.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4844377/original/058934100_1716818807-960x0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455446/original/032733600_1766658212-430107f0-2428-4d0b-ad66-7bb4a8534c4f.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5388501/original/067806200_1761122181-WhatsApp_Image_2025-10-22_at_13.51.12_74519c08.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469008/original/019117100_1768042279-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_15.42.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469026/original/075459500_1768042887-publikasi_1768039633_696224d1e361a.jpeg)