Jakarta – Memasuki kuartal kedua 2026, nilai tukar Rupiah dinilai berada dalam fase krusial di tengah tekanan eksternal yang meningkat. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menyebut dinamika global terutama ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menguji ketahanan ekonomi domestik.
“Memasuki kuartal kedua 2026, outlook Rupiah berada dalam fase transisi yang krusial, di mana ketahanan ekonomi domestik diuji oleh turbulensi geopolitik di Selat Hormuz,” ujarnya kepada Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat Tipis Usai Tembus 17.000 per USD
BACA JUGA:Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Menurutnya, lonjakan harga energi global berpotensi memicu imported inflation yang berdampak langsung terhadap neraca perdagangan Indonesia sebagai negara pengimpor minyak. Kondisi ini turut memberi tekanan pada pergerakan Rupiah yang sempat mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS.
Sutopo menekankan stabilitas Rupiah dalam jangka menengah sangat ditentukan oleh respons kebijakan dalam negeri, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Peran Bank Indonesia dalam meredam spekulasi valas serta komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.
“Meskipun Rupiah sempat bergerak mendekati level psikologis 17.000, stabilitas jangka menengah akan sangat bergantung pada efektivitas langkah-langkah preventif Bank Indonesia dalam meredam spekulasi valas serta disiplin fiskal pemerintah dalam menjaga defisit anggaran di bawah ambang batas 3% demi mempertahankan kepercayaan investor global, jelasnya.
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
/2023/02/19/2129343725.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542693/original/058270400_1774950684-IMG_2984.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540877/original/090527500_1774839803-385521c9-8059-4183-add4-dddddd839ae3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721216/original/051913900_1705711229-fotor-ai-2024012073928.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541445/original/031110100_1774863269-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026b.jpeg)