Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mencabut puluhan pedagang yang menjual bahan pangan dengan harga mahal. Sementara, ratusan pedagang lainnya sudah diberikan peringatan.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy menyampaikan, pihaknya bersama Satgas Pangan terus memantau pergerakan harga pangan di pasar-pasar. Salah satu rujukannya adalah harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
BACA JUGA:Arab Saudi Batasi Impor Unggas, Begini Langkah Kementerian Pertanian
BACA JUGA:Pemasok Daging Nakal Bakal Kena Sanksi Cabut Izin
BACA JUGA:Kementan Mulai Rehabilitasi Sawah Pascabencana Sumatera, Ini Target dan Skemanya
BACA JUGA:Produksi Pangan Tetap Berjalan di Tiga Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Sudah banyak, ada ratusan yang kita berikan peringatan. Iya ada puluhan yang sudah kita cabut izinnya, kata Sarwo, ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, ditulis Rabu (4/3/2026).
Sanksi pencabutan izin tersebut dilakukan setelah pedagang diperingati sebanyak tiga kali. Ketika peringatan tak diindahkan, makan sanksi cabut izin diambil Bapanas.
Dia menjelaskan, staf Bapanas berkeliling ke sejumlah pasar, baik di Ibu Kota DKI Jakarta maupun di kota-kota lainnya. Pantauannya, harga ayam misalnya, dijual di harga Rp 38.000-41.000 per kilogram (kg).
Meski, diakuinya masih ada beberapa pedagang yang menjual di atas HAP yang ditetapkan. Bapanas tak patah arang, pihaknya turut meramu cara agar harga jual di konsumen tidak terlampau tinggi sedangkan peternak atau petani mendapat keuntungan yang wajar.
Kita tarik ke hulu. Jadi misal dari produsennya berapa, distributor 1 berapa, distributor 2 berapa, baru ke pengecer. Jadi antara produsen sampai D2 itu ambil untungnya tidak terlalu gede, ujar dia.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4939792/original/092321500_1725848155-Screenshot_1297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519613/original/073767100_1772589824-publikasi_1772587345_69a78951691f3.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)